MAGELANG - Universitas Tidar (Untidar) menggelar Seleksi Mandiri Ujian Tertulis (SMUT) 2026 pada 13-14 Juni dengan total 1.842 peserta di dua lokasi, yakni Sidotopo dan Tuguran. Seleksi ini menjadi satu jalur penerimaan mahasiswa baru, dengan tingkat persaingan mencapai 1 banding 5.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Untidar, Prof Suyitno menjelaskan, dari total peserta yang mengikuti ujian, hanya 370 orang yang akan diterima melalui jalur ini. "Perbandingannya sekitar 1:5," ujarnya dalam konferensi pers, Sabtu (13/6).
Dia menyebut, pelaksanaan SMUT dibagi dalam lima sesi, dengan tiga sesi pada hari pertama dan dua sesi pada hari kedua. Setiap sesi diikuti sekitar 418 peserta, disesuaikan dengan kapasitas laboratorium komputer yang tersedia.
Dari sisi sebaran wilayah, lanjut dia, peserta SMUT 2026 datang dari berbagai daerah di Indonesia. Sebanyak 956 peserta berasal dari Magelang Raya, sementara 886 lainnya dari luar daerah. Bahkan, beberapa peserta tercatat berasal dari Sumatera hingga Sulawesi.
Namun, tingginya jumlah peserta tidak sebanding dengan daya tampung yang tersedia. Hal ini mendorong Untidar mengambil langkah berbeda dengan melibatkan perguruan tinggi swasta (PTS) dalam pelaksanaan seleksi.
Selama pelaksanaan SMUT, kata dia, Untidar menyediakan fasilitas berupa tenda di area kampus bagi sejumlah PTS di wilayah Kedu Raya untuk melakukan promosi langsung kepada peserta. "Harapannya, peserta yang tidak diterima di Untidar tetap memiliki pilihan untuk melanjutkan pendidikan di wilayah ini," kata dia.
Menurutnya, dari sekitar 1.842 peserta, diperkirakan lebih dari 1.400 peserta tidak akan lolos seleksi. Melalui kehadiran PTS, para peserta diharapkan dapat memperoleh informasi alternatif secara langsung tanpa harus mencari di luar lokasi ujian.
Beberapa perguruan tinggi yang telah berpartisipasi antara lain Akper Karya Bakti Nusantara, Akper Wonosobo, dan STIMIK Dwipa. Selain itu, sejumlah kampus dari luar wilayah seperti Jogja dan Semarang juga turut hadir.
Koordinator Pelaksana SMUT 2026 Sigit Mujiarto mengatakan, minat terhadap program studi (prodi) cukup beragam. Untuk jalur sebelumnya seperti SNBP dan UTBK, prodi D3 Farmasi dan S1 Gizi menjadi yang paling diminati.
Baca Juga: Baliho PB XIV Hangabehi Bermunculan di Kebumen, Pakasa Sebut Tegak Lurus
Sementara pada SMUT, prodi S1 Manajemen menempati posisi teratas, diikuti Ilmu Komunikasi, Administrasi Negara, Pariwisata, dan Hukum. "Tahun ini peserta juga diberi kesempatan memilih hingga empat program studi, berbeda dari tahun sebelumnya yang hanya dua," jelasnya.
Sigit menambahkan, selain jalur SMUT, Untidar juga membuka sejumlah jalur seleksi mandiri lain, seperti jalur prestasi, kerja sama, dan nilai UTBK. Jika seluruh jalur tersebut belum memenuhi kuota, Untidar akan membuka Seleksi Mandiri One Day Service (SMODS) yang dijadwalkan berlangsung pada pertengahan Juli 2026.
Baca Juga: Gubug Merapi Jadi Magnet Turis Asing, Suguhkan Panorama Lahar dari Lereng Gunung
Dia menjelaskan, SMODS dirancang untuk mengakomodasi calon mahasiswa yang tidak sempat mengikuti seleksi terjadwal, sekaligus mengisi kekosongan kursi akibat peserta yang tidak melakukan daftar ulang. "Fenomena peserta yang sudah diterima tetapi tidak daftar ulang itu terjadi di banyak perguruan tinggi," bebernya.
Pendaftaran SMODS direncanakan dibuka pada 14-17 Juli 2026 dengan biaya sebesar Rp 250 ribu. Untuk prodi yang ditawarkan hanya yang masih memiliki daya tampung tersisa, dan informasinya akan diumumkan melalui laman resmi Untidar. (aya)
Editor : Heru Pratomo