MAGELANG - Tahun ini, Keluarga Alumni Universitas Tidar (Ganidar) memberikan beasiswa kepada 15 mahasiswa berprestasi di kampus tersebut. Langkah tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap mahasiswa sekaligus memperkuat peran alumni sebagai pilar pengembangan kampus.
Ketua Umum Ganidar, Hadi Susilo mengutarakan, program beasiswa tersebut menjadi satu prioritas utama organisasi yang kini menaungi hampir 30 ribu alumni. Ini menjadi tahun ketiga Ganidar konsisten memberikan beasiswa.
"Tahun pertama 10 mahasiswa, tahun kedua 10 mahasiswa, dan tahun ini meningkat menjadi 15 mahasiswa," kata Hadi di GKU dr HR Suparsono, Rabu (3/6).
Baca Juga: Berangkat Ceria, Naura Tak Pernah Sadar Lagi: Begini Cerita Orang Tua Balita yang Meninggal usai Tiga Kali Suntikan sebelum CT Scan di RSUD Prambanan
Dia menyebut, setiap penerima memperoleh bantuan sebesar Rp 1 juta per tahun. Meski nilainya belum besar, program ini dinilai sebagai bentuk komitmen berkelanjutan alumni dalam mendukung pendidikan generasi berikutnya.
Menariknya, pendanaan beasiswa tidak berasal dari iuran anggota. Ganidar mengembangkan skema pembiayaan mandiri melalui optimalisasi aset dan jejaring alumni. Satu di antaranya melalui pengelolaan lahan pertanian di Wonosobo dan Bandongan dengan komoditas edamame.
Selain itu, Hadi menjelaskan, kerja sama dengan alumni lintas sektor, termasuk lulusan Institut Pertanian Bogor (IPB) yang memiliki jaringan ekspor ke Jepang, menjadi bagian dari strategi membangun kemandirian organisasi. Hasil dari pengelolaan tersebut sebagian digunakan untuk membiayai kegiatan Ganidar, termasuk beasiswa.
Baca Juga: Dialog di UNM, Mentan Amran Respons Cepat Suara Mahasiswa dan Dosen
"Jadi kami tidak membebani alumni lain," ujarnya.
Selain pertanian, Ganidar juga tengah menjajaki pengembangan peternakan dengan memanfaatkan limbah kedelai sebagai pakan, serta membangun basis data alumni lintas profesi. Basis data ini diharapkan menjadi jembatan antara kebutuhan pembangunan dan potensi alumni.
Program beasiswa sendiri terbuka bagi mahasiswa aktif dengan syarat akademik dan administratif tertentu, termasuk minimal menempuh 18 SKS dan memenuhi standar indeks prestasi. Seleksi dilakukan secara terbuka, dengan jumlah pendaftar yang terus meningkat.
Baca Juga: Gubernur DIY Hamengku Buwono X Minta Kasus TKD Lurah Condongcatur Tetap Diproses Hukum, Ini Kata Raja Keraton
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Untidar, Prof Parmin menilai, inisiatif Ganidar menjadi momentum penting dalam membangun ekosistem alumni yang kuat dan berkelanjutan. Menurutnya, kemajuan sebuah perguruan tinggi sangat ditentukan oleh kontribusi alumninya.
"Besarnya kampus itu sangat dipengaruhi oleh alumninya. Ketika alumni berkontribusi besar, kampus juga akan berkembang besar," bebernya. (aya)