SLEMAN - Kasus dugaan pemalsuan riset di dalam konferensi internasional oleh sejumlah oknum akademisi terus berkembang. Berawal dari alumni Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) lalu menyeret nama-nama lain yang diduga melakukan modus serupa. Termasuk oleh mahasiswa program sarjana dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY). Mereka dikaitkan dengan penulisan abstrak dan presentasi pada sejumlah konferensi internasional bidang kedokteran. Hingga saat ini masih banyak didiskusikan dalam berbagai kanal media sosial.
Kepala Humas UAJY Ike Devi Sulistyaningtyas menjelaskan, berdasarkan hasil penelusuran dan investigasi internal, UAJY memperoleh informasi bahwa tiga mahasiswa program studi akuntansi dan satu mahasiswa program studi manajemen bergabung dalam sebuah komunitas eksternal bernama The Pranala Institute. Hal ini sebagaimana tercantum dalam abstrak yang tersebar luas.
Baca Juga: Arsenal Masih Gagal Raih Trofi Eropa, Admin Chelsea: Silahkan Kunjungi Rumah Trofi di London
Berdasarkan penelusuran, diketahui The Pranala Institute yang dimaksud berbeda dengan Pranala Institute yang berpusat di Surabaya, yang juga telah memberi klarifikasi terhadap kasus ini. Melalui komunitas tersebut, para mahasiswa ditawari kesempatan untuk berpartisipasi dalam konferensi internasional. Dengan berbagai manfaat yang dijanjikan termasuk peluang memperoleh travel grant untuk menghadiri konferensi internasional.
"Para mahasiswa mengasumsikan keterlibatan mereka merupakan bagian dari aktivitas akademik yang sah dan bermanfaat bagi pengembangan kapasitas diri," kata Ike dalam keterangan resmi Senin (1/6).
Baca Juga: Kembali Cedera, Manajer Brasil Carlo Ancelotti Tidak Menyesal Memanggil Neymar ke Piala Dunia 2026
Meski demikian, hasil investigasi menunjukkan bahwa kontribusi mahasiswa dalam proses penulisan abstrak, pengiriman, registrasi, maupun presentasi tidak sebanding dengan posisi sebagai penulis yang kemudian dicantumkan pada sejumlah abstrak dan poster publikasi tersebut. UAJY memandang para mahasiswa kurang memahami standar internasional mengenai etika penelitian, authorship, konferensi internasional, dan tata kelola publikasi ilmiah sehingga berdampak pada UAJY.
"Universitas akan memberikan sanksi akademik kepada mahasiswa dengan mengedepankan pendekatan pembinaan, sembari tetap melakukan evaluasi akademik secara objektif dan menyeluruh," bebernya.
Dengan merujuk pada sejumlah dokumen abstrak dan poster publikasi, UAJY menegaskan keterlibatan mahasiswa tersebut tidak dilakukan atas penugasan resmi, persetujuan institusi, bimbingan dosen, maupun program penelitian yang diselenggarakan oleh kampus. Untuk itu, diduga pelibatan mahasiswa dan penggunaan afiliasi universitas dimaksudkan untuk memperkuat legitimasi dalam memperoleh travel grant yang diinginkan.
Ike menegaskan, UAJY berkomitmen memberikan pembinaan kepada mahasiswa yang terlibat guna memastikan mereka memahami prinsip integritas akademik, etika penelitian, dan tanggung jawab sebagai penulis pada publikasi ilmiah. Sanksi lebih lanjut kepada mahasiswa akan diberikan oleh pihak terkait. Saat ini UAJY juga sedang melakukan verifikasi menyeluruh terhadap seluruh publikasi yang mencantumkan afiliasi universitas dalam kasus ini.
"Kami juga akan menyampaikan klarifikasi kepada pihak-pihak terkait apabila ditemukan penggunaan afiliasi yang tidak sesuai dengan ketentuan institusi," katanya. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita