MAGELANG - Sebanyak 2.418 calon mahasiswa baru dinyatakan lolos dan diterima di Universitas Tidar (Untidar) pada Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) Tahun 2026. Keputusan kelulusan tersebut ditetapkan melalui Rapat Seleksi dan Alokasi Penetapan Hasil Jalur SNBT yang berlangsung pada 22-23 Mei 2026.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Untidar, Prof Suyitno mengutarakan, jumlah ini menjadi bagian dari ribuan peserta yang bersaing memperebutkan kursi di berbagai program studi yang ditawarkan kampus tersebut. Tahun ini, minat lulusan SMA sederajat untuk melanjutkan pendidikan ke Untidar menunjukkan tren peningkatan signifikan.
Tercatat sebanyak 17.212 peminat memilih Untidar melalui jalur SNBT, meningkat 1.050 pendaftar dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 16.162 peminat. "Kenaikan ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan yang ditawarkan Untidar," paparnya, Selasa (26/5).
Baca Juga: Gempa Dahsyat Dua Dasawarsa lalu Masih Teringat Jelas bagi Penghuni Rumah Domes Prambanan Sleman
Dia menilai, peningkatan jumlah peminat menjadi indikator pengakuan publik terhadap kualitas institusi, fasilitas, serta relevansi program studi yang dimiliki. "Ini menjadi bukti nyata bahwa kualitas institusi semakin diakui secara nasional," sambungnya.
Dari sisi persaingan program studi, kata dia, SNBT 2026 di Untidar menunjukkan dinamika yang cukup beragam. Program studi (prodi) D3 Farmasi menjadi prodi dengan tingkat persaingan paling ketat.
Suyitno menyebut, sebanyak 2.109 peminat memperebutkan 41 kursi yang tersedia, menghasilkan rasio keketatan sekitar 1:51. Angka ini menjadikan D3 Farmasi sebagai satu prodi paling kompetitif di lingkungan Untidar tahun ini.
Sementara itu, dari segi daya tampung terbesar, prodi S1 Hukum menjadi yang paling banyak menyediakan kursi, yakni 143 kursi. Dengan jumlah peminat mencapai 690 orang, rasio persaingan di prodi ini berada di angka sekitar 1:5.
Koordinator Pelaksana UTBK-SNBT Untidar 2026, Megita Dwi Pamungkas menjelaskan, variasi tingkat keketatan ini mencerminkan persebaran minat calon mahasiswa yang tidak merata di setiap prodi. Untuk daya tampung, kuota terbesar memang ada di jenjang Sarjana, khususnya S1 Hukum.
Sementara itu, program vokasi tertentu memiliki kuota lebih terbatas. Satu prodi dengan daya tampung paling kecil adalah D4 Teknologi Rekayasa Perancangan Manufaktur yang hanya menyediakan 35 kursi. "Hal ini turut memengaruhi tingkat selektivitas pada program-program vokasi tertentu," bebernya.
Di sisi lain, lanjut dia, terdapat pula prodi dengan tingkat persaingan relatif longgar. Prodi S1 Pendidikan Matematika tercatat memiliki rasio keketatan terendah, dengan 145 pendaftar untuk 96 kursi yang tersedia. Kondisi ini memberikan peluang lebih besar bagi peserta dibandingkan prodi lain yang lebih diminati.
Bagi peserta yang dinyatakan lolos SNBT 2026, dia mengimbau untuk segera melakukan proses registrasi ulang. Tahapan ini dijadwalkan mulai Selasa (26/5). Informasi terkait mekanisme administratif dapat diakses melalui laman resmi Untidar maupun kanal media sosial resmi kampus. (aya)
Editor : Heru Pratomo