Jumlah guru besar di Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma) bertambah usai dikukuhkannya Prof Uky Yudatama. Saat ini, profesor di Unimma berjumlah empat orang. Penambahan ini sekaligus mempertegas arah penguatan kapasitas akademik dan riset di lingkungan perguruan tinggi tersebut.
Rektor Unimma, Lilik Andriyani menyebut, capaian tersebut sebagai hasil konsistensi panjang dalam pengembangan akademik dosen. Dia menegaskan, kehadiran guru besar baru tidak sekadar menambah jumlah, tetapi juga memperkuat posisi keilmuan kampus.
"Kami yakin kehadiran Prof Uky akan menjadi pemantik inovasi, baik bagi mahasiswa maupun dosen, sekaligus memperkuat kolaborasi dengan dunia industri digital," ujarnya di Auditorium Kampus 1 Unimma, Selasa (19/5).
Rektor Unimma, Lilik Andriyani menyebut, capaian tersebut sebagai hasil konsistensi panjang dalam pengembangan akademik dosen. Dia menegaskan, kehadiran guru besar baru tidak sekadar menambah jumlah, tetapi juga memperkuat posisi keilmuan kampus.
"Kami yakin kehadiran Prof Uky akan menjadi pemantik inovasi, baik bagi mahasiswa maupun dosen, sekaligus memperkuat kolaborasi dengan dunia industri digital," ujarnya di Auditorium Kampus 1 Unimma, Selasa (19/5).
Baca Juga: Di Balik Cek Kesehatan Gratis Driver Ojol di Balai Kota Jogja, Konsumsi Kopi dan Polusi Setiap Hari, Mayoritas Derita Darah Tinggi
Secara total, Unimma sebenarnya telah memiliki enam guru besar. Namun, dua di antaranya saat ini tidak lagi aktif di kampus tersebut. Dengan demikian, pengukuhan terbaru menjadikan jumlah profesor aktif yang berkontribusi langsung di Unimma menjadi empat orang.
Menurut Lilik, kondisi ini menjadi momentum penting untuk mempercepat penambahan guru besar baru dalam waktu dekat. Unimma menargetkan penambahan tiga hingga empat calon guru besar baru pada tahun 2026.
Mayoritas berasal dari bidang teknik dan kesehatan, yang dinilai memiliki kesiapan lebih cepat untuk mencapai jabatan akademik tertinggi. Terlebih, saat ini total ada 28 lektor kepala yang berpotensi menjadi guru besar.
Secara total, Unimma sebenarnya telah memiliki enam guru besar. Namun, dua di antaranya saat ini tidak lagi aktif di kampus tersebut. Dengan demikian, pengukuhan terbaru menjadikan jumlah profesor aktif yang berkontribusi langsung di Unimma menjadi empat orang.
Menurut Lilik, kondisi ini menjadi momentum penting untuk mempercepat penambahan guru besar baru dalam waktu dekat. Unimma menargetkan penambahan tiga hingga empat calon guru besar baru pada tahun 2026.
Mayoritas berasal dari bidang teknik dan kesehatan, yang dinilai memiliki kesiapan lebih cepat untuk mencapai jabatan akademik tertinggi. Terlebih, saat ini total ada 28 lektor kepala yang berpotensi menjadi guru besar.
Baca Juga: Bikin Resah! Warga Sariharjo Laporkan Pria Mabuk, saat Diperiksa Polisi Kedapatan Bawa Sajam, Langsung Digelandang ke Polsek Ngaglik
"Tahun ini kami dorong tiga sampai empat kandidat untuk mengajukan, terutama dari bidang teknik dan kesehatan," kata Lilik.
Selain itu, lanjut dia, pengembangan juga akan diarahkan ke bidang sosial humaniora. Tujuannya untuk menciptakan keseimbangan dan integrasi keilmuan di lingkungan kampus.
Dia mengatakan, bertambahnya jumlah guru besar diharapkan tidak hanya berdampak pada peningkatan kuantitas, tetapi juga kualitas dan integrasi keilmuan. Lilik menekankan pentingnya kolaborasi lintas disiplin untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
"Hasil riset tidak hanya berhenti di publikasi, tetapi harus memberi dampak nyata bagi masyarakat," paparnya.
"Tahun ini kami dorong tiga sampai empat kandidat untuk mengajukan, terutama dari bidang teknik dan kesehatan," kata Lilik.
Selain itu, lanjut dia, pengembangan juga akan diarahkan ke bidang sosial humaniora. Tujuannya untuk menciptakan keseimbangan dan integrasi keilmuan di lingkungan kampus.
Dia mengatakan, bertambahnya jumlah guru besar diharapkan tidak hanya berdampak pada peningkatan kuantitas, tetapi juga kualitas dan integrasi keilmuan. Lilik menekankan pentingnya kolaborasi lintas disiplin untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
"Hasil riset tidak hanya berhenti di publikasi, tetapi harus memberi dampak nyata bagi masyarakat," paparnya.
Baca Juga: Aktivis JCW Gelar Teaterikal di Stadion Mandala Krida: Pertanyakan Nasib Kandang PSIM Jogja
Kehadiran guru besar di bidang teknologi informasi, seperti yang diemban Prof Uky, juga dinilai strategis dalam menghadapi era transformasi digital. Harapannya, Unimma bisa terus memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan dan menjawab kebutuhan bangsa.
Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Prof Ahmad Muttaqin menilai, Unimma memiliki potensi besar dalam menambah jumlah profesor. Dia menyebut, jabatan guru besar tidak memiliki batasan kuota, sehingga setiap dosen memiliki peluang yang sama untuk mencapainya.
"Ini berbeda dengan jabatan struktural seperti rektor atau dekan. Maka cita-cita dosen seharusnya menjadi guru besar," paparnya.
Saat ini, Unimma memiliki 51 dosen bergelar doktor atau sekitar 29,7 persen, serta 38 dosen yang masih menempuh studi lanjut. Dengan komposisi tersebut, dia optimistis, dalam waktu dekat jumlah doktor di Unimma bisa melampaui 50 persen.
Kehadiran guru besar di bidang teknologi informasi, seperti yang diemban Prof Uky, juga dinilai strategis dalam menghadapi era transformasi digital. Harapannya, Unimma bisa terus memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan dan menjawab kebutuhan bangsa.
Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Prof Ahmad Muttaqin menilai, Unimma memiliki potensi besar dalam menambah jumlah profesor. Dia menyebut, jabatan guru besar tidak memiliki batasan kuota, sehingga setiap dosen memiliki peluang yang sama untuk mencapainya.
"Ini berbeda dengan jabatan struktural seperti rektor atau dekan. Maka cita-cita dosen seharusnya menjadi guru besar," paparnya.
Saat ini, Unimma memiliki 51 dosen bergelar doktor atau sekitar 29,7 persen, serta 38 dosen yang masih menempuh studi lanjut. Dengan komposisi tersebut, dia optimistis, dalam waktu dekat jumlah doktor di Unimma bisa melampaui 50 persen.
Baca Juga: Dua Kader Berebut Kursi Presiden Brajamusti, Siap Jaga Marwah Organisasi dan Semangat Mataram Is Love
Dalam pidato pengukuhannya, Prof Uky menyoroti pentingnya tata kelola teknologi informasi yang kuat di tengah percepatan transformasi digital di Indonesia. Menurutnya, digitalisasi telah menjadi faktor utama dalam meningkatkan daya saing, baik bagi organisasi maupun negara.
"Fragmentasi kebijakan, rendahnya kesadaran tata kelola, serta minimnya pengukuran kinerja menjadi isu utama," bebernya.
Keilmuan yang dikembangkannya di bidang tata kelola dan infrastruktur teknologi informasi diharapkan dapat menjadi fondasi dalam memperkuat kedaulatan digital nasional. Termasuk dalam pengelolaan data dan sistem siber yang mandiri. (aya)
Dalam pidato pengukuhannya, Prof Uky menyoroti pentingnya tata kelola teknologi informasi yang kuat di tengah percepatan transformasi digital di Indonesia. Menurutnya, digitalisasi telah menjadi faktor utama dalam meningkatkan daya saing, baik bagi organisasi maupun negara.
"Fragmentasi kebijakan, rendahnya kesadaran tata kelola, serta minimnya pengukuran kinerja menjadi isu utama," bebernya.
Keilmuan yang dikembangkannya di bidang tata kelola dan infrastruktur teknologi informasi diharapkan dapat menjadi fondasi dalam memperkuat kedaulatan digital nasional. Termasuk dalam pengelolaan data dan sistem siber yang mandiri. (aya)