MAGELANG - Universitas Tidar (Untidar) menandai peringatan Dies Natalis ke-47 dengan rangkaian kegiatan yang tidak hanya bersifat seremoni. Tetapi juga diarahkan untuk memperkuat identitas kampus, menjaga akar budaya, serta memperluas keterlibatan dengan masyarakat.
Mengusung tema Vidya Loka Adhikarya atau ilmu yang berdampak bagi peradaban, perayaan tahun ini difokuskan pada upaya mengaitkan aktivitas akademik dengan kontribusi nyata di tengah masyarakat. Rangkaian kegiatan telah dimulai sejak Maret dan akan berlangsung hingga Juni 2026.
Ketua panitia Dies Natalis, Muhammad Daniel Fahmi mengatakan, tema yang diangkat, diselaraskan dengan arah pengembangan kampus yang menitikberatkan pada kebudayaan dan kewirausahaan.
"Kegiatan tahun ini sengaja dirancang tidak hanya akademik, tetapi juga menyentuh aspek budaya dan spiritualitas sebagai upaya memperkuat jati diri kampus," ujarnya, Selasa (28/4).
Sejumlah agenda telah lebih dulu digelar sebagai bagian dari rangkaian Dies Natalis. Kegiatan diawali dengan khotmil Quran sebanyak 47 kali, menyesuaikan usia kampus, serta pengajian bersama tokoh agama.
Selain itu, panitia juga melakukan ziarah ke makam mantan Rektor Untidar, Prof Soepanji di Solo, serta berkunjung ke kediaman rektor saat masa penegerian kampus, Prof Cahyo Yusuf. Kegiatan itu dimaksudkan sebagai bentuk penghormatan terhadap tokoh-tokoh yang berperan dalam perjalanan institusi.
Rektor Untidar, Prof Sugiyarto menuturkan, proses transformasi kampus dari perguruan tinggi swasta menjadi perguruan tinggi negeri kini telah berjalan lebih dari satu dekade. Saat ini, kampus tengah menguatkan nilai-nilai dasae kampus.
"Satu langkah yang dilakukan adalah pemberian nama gedung menggunakan tokoh-tokoh yang berjasa dalam perjalanan Untidar," paparnya.
Puncak peringatan Dies Natalis akan ditandai dengan Sidang Senat Terbuka yang dijadwalkan pada 5 Mei di Kampus Tuguran. Dalam agenda tersebut, akan disampaikan orasi ilmiah oleh tokoh nasional Komaruddin.
Baca Juga: Overstay, WNA Jerman Pengamen 'Punk' Diringkus di Gubuk Semipermanen di Kawasan Pantai Parangtritis
Di luar agenda formal, kampus juga menyiapkan kegiatan berbasis seni dan simbolis. Seperti pentas ketoprak yang melibatkan dosen dan seniman daerah, serta penanaman pohon oleh lima guru besar sebagai simbol keberlanjutan ilmu pengetahuan.
Untidar juga memperkenalkan Festival Literasi yang akan digelar pada 7-10 Juni. Kegiatan ini mencakup peluncuran buku karya akademisi serta pameran seni dan sastra, yang dinilai sebagai bentuk integrasi antara keilmuan dan ekspresi estetika.
Selain itu, kata dia, sejumlah agenda lain dirancang untuk membuka akses lebih luas kepada masyarakat, di antaranya Expo Kompetisi dan Kewirausahaan Nasional yang menghadirkan sekitar 150 stan, kegiatan olahraga Untidar Run sejauh 9,1 kilometer, serta seminar kebangsaan yang menghadirkan alumni untuk berbagi pengalaman dunia kerja.
Baca Juga: Prabowo Puji Pengelolaan Sampah di Banyumas, Jateng Optimistis Wujudkan Zero Sampah pada 2028
Sebagai penutup rangkaian, kampus juga akan menggelar konferensi internasional sebagai bagian dari upaya memperluas jejaring global dan meningkatkan visibilitas akademik di tingkat internasional.
Berbeda dari peringatan tahun-tahun sebelumnya, lanjut dia, rangkaian Dies Natalis kali ini dirancang lebih terbuka dan inklusif. Untidar tidak hanya berfokus pada kegiatan internal, tetapi juga berupaya menjangkau masyarakat luas melalui berbagai kegiatan edukatif dan partisipatif. (aya)
Editor : Heru Pratomo