MAGELANG - Universitas Tidar (Untidar) memastikan kesiapan penuh dalam pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2026 dengan mengoptimalkan sistem dan infrastruktur teknologi. Melalui uji coba nasional yang pada 1-2 April lalu, Untidar mematangkan berbagai aspek teknis untuk menjamin pelaksanaan ujian berjalan lancar, aman, dan bebas kecurangan.
Sebagai satu perguruan tinggi negeri yang ditunjuk menjadi pusat UTBK, Untidar menggelar simulasi di sejumlah lokasi. Meliputi Laboratorium Komputer Kampus Tuguran, Kampus Sidotopo, SMA Negeri 4, dan SMA Negeri 5 Magelang.
Baca Juga: Pancamulia Pembangunan DIY Ditargetkan Tercapai Tahun 2027, Pemprov Genjot Ekonomi Inklusif dan Tekan Kemiskinan
Kepala Unit Pelaksana Akademik (UPA) Teknologi Informasi dan Komunikasi Untidar, Andriyatna Agung Kurniawan menjelaskan, UTBK 2026 menghadirkan perubahan signifikan pada sistem teknologi. Jika pada tahun sebelumnya aplikasi ujian cukup di-install di komputer, tahun ini sistem ujian dijalankan melalui mekanisme booting menggunakan USB flashdisk.
Dia menyebut, komputer tidak lagi menggunakan sistem operasi bawaan. "Tetapi langsung dari flashdisk yang sudah disiapkan. Ini untuk meminimalisasi potensi kecurangan, karena tidak ada aplikasi lain yang bisa berjalan," jelasnya Minggu (5/4).
Sistem ini, lanjut dia, dirancang untuk meningkatkan keamanan ujian. Sekaligus mengantisipasi berbagai bentuk manipulasi berbasis perangkat lunak yang sebelumnya sempat terjadi.
Baca Juga: Prediksi Skor Cremonese vs Bologna Serie A Minggu 5 April 2026
Dalam simulasi nasional tersebut, Untidar mengoperasikan 530 komputer dalam satu sesi, didukung lima server yang tersebar di beberapa titik lokasi. Secara keseluruhan, sebanyak 24 ruang laboratorium komputer disiapkan untuk menunjang pelaksanaan UTBK.
Hari pertama uji coba difokuskan pada kesiapan perangkat. Termasuk pengaturan sistem agar komputer dapat melakukan booting melalui flashdisk. Sementara pada hari kedua, dilakukan simulasi penuh pelaksanaan ujian untuk menguji stabilitas sistem dan kesiapan operasional.
Andriyatna berharap, tidak ada gangguan selama proses tes, terutama pada jaringan listrik dan sistem. "Sehingga UTBK dapat berjalan tepat waktu dan tanpa hambatan," paparnya.
Baca Juga: Doa Dari Warga Antar Pemakaman Praka Farizal, Warga Tumpah Ruah di TMP Giripeni
Koordinator Monitoring dan Evaluasi Pusat Ibrahim Nawawi menegaskan, uji coba ini merupakan bagian dari proses pengawasan nasional untuk memastikan seluruh pusat UTBK siap digunakan. "Kami memastikan sarana dan prasarana, seperti komputer dan jaringan internet, benar-benar siap, serta tidak ada kendala teknis saat pelaksanaan," katanya.
Dia menambahkan, kesiapan tidak hanya dilihat dari sisi perangkat, tetapi juga sumber daya manusia yang terlibat dalam pelaksanaan ujian. "Seluruh petugas, mulai dari teknisi ruang hingga panitia, harus memahami tugas dan prosedur yang telah ditetapkan," imbuhnya.
Untuk diketahui, UTBK merupakan syarat utama dalam Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) yang akan digelar pada 21-30 April 2026 di 74 lokasi di seluruh Indonesia. Khusus di Untidar, tersedia sekitar 10.600 kursi ujian yang dapat dimanfaatkan peserta, terutama dari wilayah Magelang dan Kedu Raya. (aya/eno)