MEWAH: Bangunan Kampus Universitas Alma Ata Yogyakarta, Miliki Dua Prodi Terakreditasi A Pertama di Antara Perguruan Tinggi Swasta di Indonesia.
RADAR JOGJA - Civitas akademika Universitas Alma Ata Yogyakarta mendorong Pemerintah Republik Indonesia untuk menyatakan sikap yang tegas dalam mengutuk serangan militer Israel dan Amerika Serikat terhadap Republik Islam Iran. Sebab eskalasi konflik militer di Timur Tengah berpotensi memperluas ketegangan geopolitik global serta meningkatkan risiko krisis kemanusiaan yang lebih luas.
Rektor Universitas Alma Ata Yogyakarta H Hamam Hadi menegaskan, sebagai negara yang secara konsisten menyuarakan perdamaian dunia dan menolak segala bentuk penjajahan. Indonesia diharapkan menunjukkan kepemimpinan moral dalam diplomasi internasional dengan mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi.
"Ini sebagai bentuk penghormatan terhadap kedaulatan negara, serta perlindungan terhadap masyarakat sipil," jelasnya, Sabtu (7/3).
Selain itu, civitas akademika Universitas Alma Ata Yogyakarta juga mendesak pemerintah untuk meninjau kembali keikutsertaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace).
Menurut Hamam Hadi, evaluasi terhadap keikutsertaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian perlu dilakukan secara cermat. Itu untuk memastikan bahwa setiap bentuk kerja sama internasional tetap sejalan dengan amanat konstitusi dan prinsip politik luar negeri bebas aktif yang selama ini menjadi fondasi diplomasi Indonesia.
Apalagi, keikutsertaan dalam forum internasional tidak boleh menimbulkan persepsi bahwa Indonesia berada dalam konfigurasi geopolitik yang berpotensi mengaburkan posisi moral dan politik Indonesia dalam mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina.
"Sejak awal kemerdekaannya, Indonesia secara konsisten menunjukkan keberpihakan terhadap perjuangan rakyat Palestina serta menolak segala bentuk penjajahan di atas dunia sebagaimana ditegaskan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945," katanya.
Oleh karena itu, Hamam Hadi meminta setiap kebijakan diplomasi internasional harus tetap menjaga konsistensi sikap tersebut. Sehingga Indonesia tetap berdiri sebagai bangsa yang tegas memperjuangkan keadilan, kedaulatan negara, dan hak-hak rakyat Palestina untuk memperoleh kemerdekaan yang sah di mata hukum internasional. (ayu)