Sahur dan Buka Puasa Gratis di UGM, Plus Kajian Bersama Mantan Wapres Jusuf Kalla!
Fahmi Fahriza• Sabtu, 14 Februari 2026 | 19:27 WIB
Foto Masjid Kampus UGM.
JOGJA - Menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah yang diperkirakan jatuh pada 18 Februari mendatang, Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menggelar agenda tahunan Ramadan di Kampus (RDK).
Program ini menghadirkan rangkaian kegiatan ibadah, kajian keislaman, hingga layanan sahur dan berbuka puasa gratis yang terbuka bagi mahasiswa maupun masyarakat umum.
RDK tahun ini menghadirkan sejumlah tokoh nasional sebagai pengisi kajian, mulai dari Rektor Universitas Gadjah Mada Prof Ova Emilia, mantan Wakil Presiden RI Muhammad Jusuf Kalla, hingga Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI Pratikno.
Selain itu, dosen dan pakar UGM juga turut mengisi berbagai sesi kajian selama Ramadan.
Wakil Takmir Masjid Kampus UGM sekaligus Pembina UKM Jamaah Shalahuddin, Ir Muhammad Agung Bramantya menjelaskan, RDK merupakan agenda rutin yang telah berlangsung turun-temurun dan selalu dinanti sivitas akademika.
"Jadi ini merupakan kegiatan turun-temurun yang selalu ditunggu-tunggu oleh mahasiswa sivitas akademika. Baik di internal UGM maupun di eksternal UGM," katanya, Sabtu (14/2/2026).
Mengusung tema besar “Merajut Harmoni Sosial sebagai Pilar Pembangunan Manusia Indonesia”, RDK 1447 H memiliki lima tujuan utama.
Mulai dari mendorong terciptanya lingkungan yang inklusif dan berkeadilan, penguatan harmoni sosial masyarakat Indonesia, menumbuhkan pola pikir kolektif berkelanjutan, memperkuat nilai gotong royong dan toleransi, hingga mendorong partisipasi masyarakat serta kolaborasi lintas sektoral.
"Maka kemudian kita turunkan menjadi tema-tema pembicara," jelas Agung.
Tak hanya menghadirkan kajian intelektual, RDK juga menyediakan layanan konsumsi gratis.
Setiap hari, panitia menyiapkan sedikitnya 1.500 porsi menu berbuka puasa.
Sementara untuk sahur, tersedia sekitar 500 porsi yang dibagikan pada malam-malam ganjil di bulan Ramadan.
"Untuk berbuka puasa kita menyediakan minimal 1.500 porsi tiap harinya. Kemudian untuk sahur sebanyak 500 porsi per hari yang disediakan pada malam ganjil atau di tanggal-tanggal ganjil di bulan Ramadan," ungkap Agung.
Rangkaian kegiatan RDK berlangsung selama satu bulan penuh, dari sahur hingga tarawih.
Agenda dimulai dengan sahur gratis dan mimbar subuh, dilanjutkan Safari di bulan Ramadan menjelang berbuka, serta Ramadan Public Lecture selepas tarawih.
Sejumlah kegiatan pendukung juga turut memeriahkan suasana, seperti RDK Festival, RDK Competition, dan Festival Buku.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, RDK 1447 H lebih menekankan isu pembangunan kemanusiaan dan harmoni sosial.
"Tahun ini kita mencoba melangkah lebih maju lagi terkait dengan pembangunan manusia dan mewujudkan harmoni sosial," terang Agung.
Antusiasme juga datang dari kalangan mahasiswa. Salah satu mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM, Ahmad Fauzan, menilai RDK menjadi ruang penting bagi mahasiswa untuk memperdalam nilai keislaman sekaligus memperluas wawasan kebangsaan.
"Menurut saya ini bukan cuma soal kajian, tapi juga jadi tempat bertemu lintas fakultas dan masyarakat umum. Kita bisa belajar langsung dari tokoh nasional, sekaligus merasakan semangat kebersamaan lewat sahur dan buka bersama. Ini pengalaman Ramadhan yang sangat berkesan bagi mahasiswa," ujarnya.
Selain Masjid Kampus UGM, Mardliyah Islamic Center juga menggelar rangkaian kegiatan Ramadhan bertajuk Ramadhan Berkah Mardliyah (RBM) 1447 H.
Program ini telah dimulai sejak sebelum Ramadhan melalui kegiatan MIC Berbagi, dan berlanjut selama bulan puasa dengan kajian sepanjang hari, dari sahur, dzuhur, iftar, hingga tarawih.
RBM turut menghadirkan pembicara internasional serta berbagai lomba daring dan luring sebagai sarana edukasi sekaligus berbagi kebahagiaan kepada jamaah dan masyarakat sekitar kampus.
Dengan beragam kegiatan spiritual, intelektual, dan sosial tersebut, RDK dan RBM diharapkan mampu menjadi ruang penguatan iman sekaligus wadah mempererat harmoni sosial di tengah masyarakat selama bulan suci Ramadhan. (iza)