Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bawa Teknologi Surya dan Penjernih Air, Mahasiswa Untidar Percepat Pemulihan Pascabencana di Agam dan Pesisir Selatan

Naila Nihayah • Minggu, 1 Februari 2026 | 00:00 WIB
Rektor Untidar dan jajarannya saat melepas keberangkatan rombongan mahasiswa ke Sumatra Barat, Sabtu (31/1).
Rektor Untidar dan jajarannya saat melepas keberangkatan rombongan mahasiswa ke Sumatra Barat, Sabtu (31/1).

 

 

MAGELANG - Sebanyak 102 mahasiswa Universitas Tidar (Untidar) diterjunkan langsung ke wilayah terdampak bencana di Sumatra Barat dalam program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat untuk Pemulihan Pascabencana.

Mereka tidak sekadar menjalani kegiatan pengabdian, tetapi membawa misi pemulihan jangka menengah melalui penerapan teknologi tepat guna dan penguatan ketahanan pangan masyarakat.

Rombongan mahasiswa yang didampingi enam dosen dan dua pendamping ini diberangkatkan dari Kampus Untidar, Sidotopo pada Sabtu (31/1).

Mereka akan ditempatkan di dua wilayah berbeda, yakni Kabupaten Agam dan Kabupaten Pesisir Selatan, yang masih berupaya bangkit dari dampak bencana alam pada penghujung 2025.

Rektor Untidar Prof Sugiyarto menyebut, penugasan ini bukan pekerjaan ringan. Mahasiswa akan berhadapan langsung dengan kondisi sosial, ekonomi, dan infrastruktur masyarakat yang belum sepenuhnya pulih.

"Kegiatan ini menuntut kebersamaan dan kepedulian. Di kondisi sesulit apa pun, kita harus saling membantu dan memberi manfaat," ujar Sugiyarto saat melepas keberangkatan rombongan.

Program Mahasiswa Berdampak merupakan inisiatif pemerintah melalui Kemendiktisaintek yang menempatkan mahasiswa sebagai aktor utama dalam proses pemulihan pascabencana.

Pendekatan yang digunakan tidak bersifat karitatif. Melainkan berorientasi pada solusi berkelanjutan yang dapat terus dimanfaatkan masyarakat setelah program selesai.

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Untidar Eny Boedi Orbawati menjelaskan, Untidar berhasil meloloskan dua proposal dalam program nasional tersebut.

Baca Juga: Petugas Kebersihan Keluhkan Masih Banyak Masyarakat yang Buang Sampah Rumah Tangga ke Depo Pasar Bantul

Dua kelompok mahasiswa berasal dari empat fakultas dengan latar belakang keilmuan yang berbeda, disiapkan untuk menjawab kebutuhan spesifik di masing-masing wilayah.

Di Kabupaten Agam, kata dia, fokusnya adalah pemulihan berbasis teknologi tepat guna. "Tim Untidar akan mengembangkan pembangkit listrik tenaga surya, sistem penjernihan air bersih, pengolahan hasil perikanan, serta pemanfaatan limbah minyak jelantah," katanya.

 Baca Juga: Hujan Lebat Picu Longsor dan Pohon Tumbang di Magelang, BPBD Minta Segera Lapor jika Temukan Retakan Tanah  

Sementara di Kabupaten Pesisir Selatan, mahasiswa akan mengintegrasikan ketahanan pangan melalui sistem smart farming. Mahasiswa akan menggarap instalasi smart farming sebagai upaya memperkuat sektor pangan masyarakat.

Teknologi pertanian cerdas ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus efisiensi di tengah keterbatasan sumber daya pascabencana. (aya/pra)

Editor : Heru Pratomo
#Mahasiswa Berdampak #sumatera barat #Magelang #rektor #Untidar