SLEMAN – Pembangunan infrastruktur tidak lagi sekadar proyek fisik, melainkan pilar strategis dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang merata dan berkelanjutan. Hal itu ditegaskan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Dr. H. Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam kuliah umum di Universitas Gadjah Mada (UGM), Rabu (8/10).
Bertempat di Smart Green Learning Center (SGLC) Fakultas Teknik UGM, AHY menyampaikan paparan bertajuk "Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan yang Strategis bagi Pembangunan Nasional". Ia menyoroti urgensi sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam perencanaan proyek strategis yang menyasar pemerataan pembangunan wilayah.
“Infrastruktur bukan hanya soal fisik. Ia menjadi instrumen untuk mengurangi ketimpangan antarwilayah, memperkuat konektivitas, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” jelas AHY.
Dalam pemaparannya, AHY membeberkan lima strategi dasar pembangunan nasional: pendidikan adaptif, riset inovatif, pengabdian masyarakat, infrastruktur hijau dan tangguh bencana, serta tata kelola yang baik.
“Inilah fondasi menuju Indonesia yang resilient, inklusif, inovatif, dan kompetitif,” tegasnya.
Baca Juga: DPP Gunungkidul Salurkan 166 Ton Benih Gratis untuk Petani, Diharapkan Bisa Perkuat Ketahanan Pangan
AHY juga mengingatkan tantangan besar ke depan seperti krisis pangan, energi, dan air bersih akibat pertumbuhan penduduk global yang diproyeksikan mencapai 10 miliar jiwa pada 2050.
“Pembangunan infrastruktur harus menjawab tantangan global ini. Kita butuh pendekatan yang tangguh dan berkelanjutan,” lanjutnya.
Rektor UGM, Prof. Ova Emilia menegaskan bahwa UGM berkomitmen menjadi pusat riset dan pengembangan infrastruktur nasional. Peran perguruan tinggi tak hanya dalam pendidikan, tapi juga sebagai motor inovasi pembangunan.
Baca Juga: Kena Potong Anggaran Pusat Rp 279 Miliar, Target PAD Sleman Ditambah, Ada Cadangan Rp 150 Miliar
“Melalui kolaborasi lintas bidang, kami ingin memastikan bahwa inovasi akademik mampu memberi solusi nyata bagi persoalan kewilayahan dan infrastruktur,” ujarnya.
Dekan Fakultas Teknik UGM, Prof. Ir. Selo, menambahkan bahwa pihaknya terus mendorong penguatan riset teknis dan pengembangan teknologi terapan.
Baca Juga: Siapa Menyusul SP? Kajari Sleman Pastikan Ada Tersangka Lain Korupsi Dana Hibah Pariwisata
“Dukungan akademik penting agar pembangunan nasional berbasis data, riset, dan inovasi,” ungkapnya.
Kuliah umum ini diikuti oleh ratusan mahasiswa dan akademisi lintas disiplin. Acara berlangsung interaktif, menjadi ruang strategis mempertemukan dunia pendidikan tinggi dengan arah kebijakan pembangunan nasional. UGM kembali menunjukkan peran aktifnya dalam membangun sinergi antara ilmu pengetahuan dan kepentingan publik.
(Aditya Putra)
Editor : Heru Pratomo