JOGJA - Tiara Putri, mahasiswi asal Jogja yang tengah menempuh program Doktoral Double Degree di Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Department of Molecular Genetics and Infection Biology, University of Greifswald, Jerman, berhasil meraih penghargaan pada ajang ilmiah bergengsi di Eropa.
Tiara tampil pada 77th Annual Conference of The German Society for Hygiene and Microbiology yang berlangsung di Jena, Jerman, 22–24 September 2025.
Dalam kesempatan itu, ia mempresentasikan poster riset berjudul Impact of Pneumolysin, Hydrogen Peroxide, and Streptococcus Pneumoniae Strains on Blood–CSF Barrier Integrity in a Human Choroid Plexus Co-Culture Model.
Penelitian tersebut memberikan wawasan baru mengenai mekanisme bakteri streptococcus pneumoniae, salah satu patogen penyebab penyakit serius pada manusia, dalam merusak integritas sistem blood-cerebrospinal fluid barrier.
Dari total 188 peserta konferensi, Tiara terpilih sebagai salah satu dari lima penerima Poster Prize.
"Bersyukur, saya bisa mendapat penghargaan untuk poster riset saya," ujarnya, Senin (29/9/2025).
Tiara menuturkan, capaian ini tidak lepas dari pengalaman studinya di dua lingkungan akademik berbeda.
UGM disebut memberi fondasi kuat dalam ilmu biologi, sementara University of Greifswald menghadirkan fasilitas riset modern serta kesempatan berkolaborasi dengan para profesor dari berbagai lembaga riset Jerman.
"Kombinasi ini membuat saya berkembang, tidak hanya dari sisi keilmuan, tetapi juga dalam cara berpikir kritis, kolaborasi lintas budaya, dan resiliensi," ungkapnya.
Meski menjalani studi di dua kampus sekaligus, Tiara tetap konsisten menekuni risetnya yang berfokus pada patogenesis pneumococcal meningitis dan potensi strategi terapeutik di masa depan.
"Saya ingin riset ini bisa bermanfaat dan berdampak nyata di kemudian hari," katanya.
Tiara juga membagikan tantangan yang dihadapi sebagai orang tua tunggal di Jerman.
Ia merasa terbantu dengan fasilitas penitipan anak gratis yang disediakan panitia konferensi, sehingga bisa mengikuti sesi ilmiah dengan lebih fokus.
"Konsep konferensi yang ramah keluarga ini menunjukkan bahwa penelitian dan keluarga bisa berjalan beriringan bila ada dukungan yang tepat," jelasnya.
Di akhir, Tiara menyampaikan pesan kepada mahasiswa dan peneliti muda agar berani menjalin kolaborasi riset internasional.
"Tantangan pasti ada, tetapi dengan kerja keras, dukungan akademik yang solid, dan lingkungan yang inklusif, kita bisa berkontribusi nyata sekaligus meraih pengakuan di kancah global," tambahnya. (iza/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita