RADAR JOGJA - Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPKO) Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Fokusnya pada pelestarian lingkungan pesisir dan pengembangan ekonomi kreatif berbasis mangrove di Desa Srigading, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul.
Salah satu kegiatan utama adalah pemasangan paranet sepanjang 40 meter yang dilakukan bersama Forum Komunikasi Pemuda Pemudi Rejosari (FKPPRS) untuk mencegah masuknya sampah ke kawasan mangrove.
Selain itu, tim juga membangun sebuah ruang pembibitan dan melakukan penanaman 300 bibit mangrove sebagai langkah nyata menjaga ekosistem pesisir.
Setelah penanaman, tim melanjutkan dengan sosialisasi dan penyuluhan konservasi mangrove yang diikuti oleh pemuda desa anggota FKPPRS.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga hutan mangrove sebagai benteng alami pesisir.
Untuk mengukur efektivitas kegiatan, para peserta diberikan pretest dan posttest sehingga terlihat peningkatan pemahaman mereka setelah mengikuti penyuluhan.
Tidak hanya berfokus pada konservasi lingkungan, program ini juga menyentuh aspek ekonomi masyarakat.
Tim PPKO HMTI UAD menggandeng ibu-ibu PKK dalam pelatihan pembuatan produk turunan mangrove, seperti sirup dari buah mangrove dan stik dari daun mangrove.
Sama halnya dengan kegiatan sosialisasi, ibu-ibu PKK juga mengikuti pretest dan posttest guna menilai perkembangan pengetahuan dan keterampilan mereka.
Untuk memperluas jangkauan pemasaran, tim turut mengajarkan kelompok Dewi Lambudi dalam pengembangan marketplace serta pelatihan digital marketing.
Melalui pendampingan ini, kelompok dilatih mengelola toko daring, memanfaatkan media sosial, dan menerapkan strategi promosi online.
Dengan demikian, produk hasil olahan mangrove tidak hanya diproduksi, tetapi juga dapat dipasarkan lebih luas melalui platform digital.
Seluruh rangkaian kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi mahasiswa dalam menjawab dua tantangan utama masyarakat pesisir, yakni menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi.
Harapannya, hasil dari program ini dapat berkelanjutan dan dikelola secara mandiri oleh masyarakat, sehingga memberi manfaat jangka panjang.
Dengan kolaborasi antara mahasiswa, pemuda desa, dan ibu-ibu PKK, Desa Srigading kini memiliki potensi besar menjadi contoh desa pesisir yang berhasil mengintegrasikan konservasi lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Editor : Meitika Candra Lantiva