Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mengandung Amonia dan Karbon, Dosen Peternakan UGM Sebut Kotoran Hewan Ternak Sumbang Polusi

Agung Dwi Prakoso • Sabtu, 27 September 2025 | 04:05 WIB

 

 

Hewan sapi.
Hewan sapi.

SLEMAN - Kotoran hewan ternak seperti sapi, ayam, hingga kambing menyumbang polusi yang berdampak pada efek gas rumah kaca. Sebab limbah hewan tersebut mengandung amonia dan karbon. Secara global, menyumbang sekitar lima persen polusi efek gas rumah kaca di Indonesia.

Namun, jumlah itu jauh lebih kecil dibandingkan dengan polusi asap kendaraan. "Lima persen itu cukup besar, terlebih di dalamnya mengandung metan yang berdampak pada efek gas rumah kaca," ujar Muhsin Al Anas, Pakar Peternakana Fakultas Peternakan UGM ditemui di kampus Jumat (26/9).

Berdasarkan riset, salah satu penyebab tingginya amoniak berasal dari kandungan protein yang ada di dalam pakan ternak. Semakin tinggi kandungan protein, maka semakin tinggi pula amoniak dalam kotoran hewan.

"Sebagai akademisi, kami ingin menciptakan peternakan berkelanjutan dan daging hewan ternaknya aman sebagai konsumsi," paparnya.

Beberapa hal yang dilakukan oleh Fakultas Peternakan UGM di antaranya bekerja sama dengan BUMDes di Klaten. Bergerak di bidang peternakan untuk menurunkan kandungan amonia hewan. “Itu dilakukan dengan mengatur manajemen pakannya,” ucapnya.

Dosen Fakultas Peternakan UGM Asih Kurniawati menambahkan, tekanan global terhadap keberlanjutan lingkungan semakin kuat. Dunia menuntut industri peternakan tidak hanya fokus pada peningkatan produktivitas, tetapi juga pada aspek efisiensi, kesejahteraan hewan, dan penurunan jejak karbon (carbon foot print).

"Jika tidak segera bertransformasi, peternakan dikhawatirkan menjadi salah satu penyumbang besar terhadap degradasi lingkungan dan krisis pangan di masa depan," ujarnya.

 Baca Juga: Dinkes Kota Jogja Sebut Kanker Serviks Seperti Fenomena Gunung Es, Targetkan 2.000 Perempuan Jalani Deteksi Dini Tahun Ini

Beberapa formula hasil riset dari Fakultas Peternakan UGM di antaranya Probiotik Lactobacillus Plantarum BN12. Yaitu isolasi dan pengembangan probiotik yang mampu meningkatkan kesehatan usus ayam serta meningkatkan efisiensi pakan. Kemudian pakan unggas rendah protein yang dinilai mampu menurunkan emisi nitrogen, memperbaiki kualitas lingkungan kandang.

"Mendukung precision nutrition dan green farming," bebernya.

Pihaknya juga mengembangkan methane chamber untuk penelitian gas rumah kaca. Merupakan instrumen riset canggih yang digunakan untuk mengukur emisi metana dari ternak, khususnya ruminansia. Teknologi ini menjadi fondasi penting dalam penelitian mitigasi emisi gas rumah kaca dari sektor peternakan. Sehingga hasil penelitian dapat diarahkan pada solusi konkret bagi isu iklim global.

 

 

Menurutnya, keterbatasan pengetahuan peternak terhadap dampak dari kotorn hewan menjadi tantangan tersendiri. Peternak dinilai perlu diberikan pemahaman bahwa kotoran hewan menyebabkan efek gas rumah kaca. "Harapannya mereka bisa memperbaiki kualitas pakan untuk mengurangi emisi metan," tegasnya. (oso/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#polusi #limbah #peternakan #gas rumah kaca #Amonia #karbon #hewan ternak #kotoran hewan #Pakan #kandungan protein #Fakultas Peternakan UGM