RADAR JOGJA - Kabar bahagia bagi mahasiswa yang hendak magang, sebab pemerintah meluncurkan program magang bergaji.
Program ini digadang-gadang menjadi strategis dalam mengatasi pengangguran lulusan perguruan tinggi.
Program skala nasional ini bakal menyasar 20 ribu lulusan baru atau fresh graduate, mulai dari jenjang D3, SI, maupun pendidikan tinggi lainnya.
Magang bergaji ini bekerja sama dengan dunia usaha dan dunia industry.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia Airlangga Hartato mengatakan, program ini besutan dari Kementerian Ketenagakerjaan dan sedang dimatangkan Menristekdikti.
"Tapi salah satunya adalah mereka yang eligible adalah yang lulus maksimal 1 tahun. Sehingga bisa fresh graduate, bisa ditangkap," ujar Airlangga kepada awak media, Selasa (16/9/2025).
Salah satu keunggulan program ini adalah adanya insentif atau upah magang yang disesuaikan dengan Upah Minimum Provinsi (UMP) masing-masing daerah.
Artinya, peserta magang akan mendapatkan penghasilan bulanan selama masa magang berlangsung.
Dalam proses magang, peserta akan dibimbing langsung oleh mentor dari perusahaan dan diberikan pelatihan kerja berbasis kompetensi.
Kurikulum magang akan disesuaikan dengan kebutuhan industri, mulai dari bidang teknologi, manufaktur, hingga jasa dan kreatif.
Selain itu, Kemnaker juga menyiapkan pelatihan soft skills, seperti komunikasi, kepemimpinan, dan manajemen waktu, untuk meningkatkan kesiapan kerja lulusan baru.
Detail teknis program, termasuk proses rekrutmen dan distribusi peserta magang, akan difinalisasi oleh Kemnaker dan Kemendikbudristek.
Pemerintah, melalui Menko Airlangga, menekankan pentingnya sistem pengawasan agar program berjalan transparan dan efektif.
“Tentu ketentuannya akan dibahas bersama, dan pengawasan tetap dilakukan agar tidak ada penyalahgunaan oleh pihak perusahaan," ujarnya
Program magang bagi fresh graduate ditargetkan berjalan mulai kuartal IV 2025. Pemerintah kini fokus mempercepat penyusunan teknis, proses seleksi, serta menjalin kemitraan dengan industri. (Ni Made Shinta Apriliayani)