MAGELANG – Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma) merayakan milad ke-61 pada Sabtu (30/8) di Auditorium Kampus 1 dengan tema Forward Impact. Momentum ini dijadikan refleksi perjalanan panjang sekaligus penguatan komitmen Unimma sebagai perguruan tinggi unggul, Islami, dan berdaya saing global.
Dalam puncak perayaan, Unimma menyampaikan Laporan Tahunan Rektor (LTR), orasi ilmiah, hingga pengukuhan guru besar. Rektor Unimma Lilik Andriyani menegaskan, usia 61 tahun menjadi fase penting untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam menjawab tantangan zaman.
Menurutnya, Unimma harus semakin responsif terhadap isu global, mulai dari energi, pangan, kesehatan, moralitas, hingga kejahatan siber. "Hal ini diwujudkan melalui pendidikan bercakrawala internasional, riset strategis, serta hilirisasi inovasi," ujarnya.
Baca Juga: Pencari Benur di Kebumen Jatuh dari Tebing Pantai Pasir dan Terseret Ombak
Lilik juga memaparkan sejumlah capaian akademik dan institusional setahun terakhir. Capaian itu dinilai tidak lepas dari kerja keras sivitas akademika, dukungan alumni, dan kepercayaan masyarakat.
Dia optimistis, dengan semangat kebersamaan, Unimma akan terus bergerak maju mewujudkan visi sebagai perguruan tinggi unggul, berkarakter Islami, dan berdaya saing global.
Kepala LLDikti Wilayah VI Prof Aisyah Endah Palupi memberi apresiasi atas konsistensi Unimma menjaga mutu. "Perguruan tinggi bukan hanya menara gading, tapi harus melahirkan lulusan yang berdampak bagi masyarakat, termasuk lewat penelitiannya," katanya.
Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah Prof Lincolin Arsyad. Dia mengapresiasi langkah Unimma dalam memperkuat kualitas pendidikan tinggi Muhammadiyah.
Dia mengatakan, dengan usia 61 tahun, Unimma menegaskan langkahnya menuju perguruan tinggi adaptif yang berdampak luas, berkontribusi pada pengembangan ilmu, serta berperan aktif menyongsong Indonesia Emas 2045.
Baca Juga: Momentum Presiden Prabowo
Momentum milad tahun ini juga ditandai dengan pengukuhan Prof Heni Setyowati Esti Rahayu sebagai Guru Besar dalam bidang keperawatan maternitas. Pengukuhan ini menambah kapasitas akademik sekaligus memperkuat riset kesehatan, khususnya keperawatan maternitas.
Selain itu, Unimma juga memberikan penghargaan kepada dosen dan tenaga kependidikan dengan pengabdian lebih dari 20 tahun. Tidak hanya itu, penghargaan juga diberikan kepada dosen berprestasi tingkat nasional sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka. (aya)
Editor : Heru Pratomo