JOGJA - Rekapitulasi kehadiran guru dan perhitungan honor yang selama ini dilakukan secara manual kerap menjadi pekerjaan rumit dan memakan waktu bagi staf tata usaha (TU) sekolah. Situasi ini mendorong dosen D4 Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Puspita Dewi Wulaningrum untuk merancang Kalkulator Muhammadiyah (KalKuMu), sebuah inovasi berbasis website yang terintegrasi dengan sistem presensi.
Dijelaskan, gagasan pengembangan KalKuMu berawal dari observasi Puspita di SMK Muhammadiyah Bangunjiwo, Bantul, Februari lalu. Saat itu ia melihat staf kerap kerepotan merekap kehadiran guru satu per satu untuk menentukan honor dan transportasi.
"Masalah ini saya temukan saat observasi langsung di lapangan. Mereka kerepotan saat merekap kehadiran karena dilakukan satu per satu untuk menentukan honor dan transportasi guru," ujar Puspita Senin (11/8).
Secara metode ia menuturkan, KalKuMu menggabungkan dua komponen utama yakni presensi berbasis Telegram dan website rekapitulasi. Presensi dicatat melalui Telegram berdasarkan login dan logout guru sesuai IP address. Lalu data otomatis masuk ke sistem KalKuMu.
"Website kemudian menyusun rekap presensi dan menghasilkan laporan keuangan yang dapat diunduh dalam format Excel," jelasnya.
Menurut Puspita, keunggulan KalKuMu terletak pada kemampuannya meminimalisasi kesalahan rekap manual. Sebelumnya hasil fingerprint masih harus dicetak dan direkap ulang oleh staf keuangan. Dengan KalKuMu, proses itu dapat dipangkas signifikan.
Ia juga menguraikan, website KalKuMu menyediakan dua jenis akses yaitu untuk admin dan publik. Admin dapat meng-input dan mengolah data, sementara pengguna umum hanya bisa melihat laporan.
"Karena bersifat keuangan, aksesnya dibatasi agar tidak disalahgunakan," ungkapnya.
Meski saat ini KalKuMu masih berbentuk website dan belum tersedia di Play Store, Puspita telah menyiapkan rencana pengembangan ke arah aplikasi. Terutama untuk mempermudah fitur presensi.
Antusiasme pengguna pun cukup tinggi, bahkan kepala Sekolah SMK Muhammadiyah Bangunjiwo merekomendasikan sistem ini diterapkan di sekolah-sekolah Muhammadiyah lain yang memiliki struktur keuangan serupa. (iza/laz)
Editor : Sevtia Eka Novarita