Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Atlet Disabilitas asal Kediri Lanjutkan Mimpi sang Ayah, Eifie Julian Hikmah Diterima Kuliah Gratis di FEB UGM

Fahmi Fahriza • Selasa, 5 Agustus 2025 | 14:00 WIB

 

TERUS SEMANGAT: Eifie Julian Hikmah saat di lintasan atletik
TERUS SEMANGAT: Eifie Julian Hikmah saat di lintasan atletik
 

JOGJA - Air mata bahagia tak terbendung di kediaman Eifie Julian Hikmah, 19, atlet disabilitas asal Kediri, Jawa Timur, ketika dinyatakan diterima di Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia berhasil masuk melalui jalur Penelusuran Bibit Unggul Tidak Mampu (PBUTM) dan mendapatkan subsidi UKT 100 persen dari kampus.

Bagi Eifie, kabar ini bukan hanya kemenangan pribadinya, melainkan juga cara menuntaskan mimpi sang ayah yang sempat terhenti di bangku kuliah karena keterbatasan biaya. "Sebelum buka pengumuman, aku sempat minta maaf ke ibu kalau misalnya gagal lagi," katanya Senin (4/8).

Perjalanan hidup Eifie penuh perjuangan. Perempuan yang lahir pada 23 Juli 2006 dengan kondisi disabilitas daksa di tangan kanan ini, sempat menjadi bahan ejekan teman sebayanya. Namun dukungan penuh dari keluarga, terutama sang ibu Eny Nawangsih, dan almarhum ayahnya, Mochamad Farid, membuatnya tumbuh percaya diri dan selalu menomorsatukan pendidikan.

"Dengan keadaan seperti ini, aku masih bisa beraktivitas dan belajar dengan baik. Jadi buat apa dengar omongan orang. Lebih baik percaya sama kemampuanku sendiri," ucapnya tegas.

Dalam perjalanannya, bakat Eifie di dunia atletik ditemukan secara tak sengaja oleh Karmani, tetangganya yang juga pelatih atletik.  "Sejak saya kelas 1 SD beliau sudah memperhatikan bakat saya, tapi baru minta izin ke orang tua saat saya kelas 3," tutur Eifie.

Modal pertamanya hanyalah sepatu paku yang dibeli dengan susah payah dari uang tabungan sang ayah, dan sedikit tambahan yang entah bagaimana berhasil dikumpulkan.  "Sepatu pertama itu benar-benar berkesan bagi saya," katanya.

Dalam kompetisi pertamanya, ia langsung meraih juara dua nomor lari 200 meter di Kejuaraan Wali Kota Cup Surabaya Se-Jawa Timur. Sejak itu, Eifie tak pernah berhenti berlatih, tiga kali seminggu di sela kesibukan sekolah. Ia tampil di berbagai nomor, dari lari 100, 200, 400 meter, hingga lompat jauh dan tolak peluru.

Meski sering naik podium, Eifie juga berulang kali merasakan kegagalan. Pernah gagal mendengar aba-aba start, pernah melambat di 50 meter terakhir hingga tersalip, bahkan pernah pulang tanpa medali.  "Tantangan terberat itu sebenarnya melawan diriku sendiri," ujar Eifie.

Ia mengenang ujian berat datang saat ayahnya meninggal, sebulan sebelum Pekan Paralimpiade Provinsi Jawa Timur 2024. Mentalnya sempat goyah. Namun ia kembali bangkit dan membawa pulang medali perunggu nomor 400 meter di ajang nasional. "Kompetisi di Palembang juga berkesan. Ternyata aku bisa lompat jauh dan bawa pulang emas," tambahnya.

 

Diakuinya, cita-cita kuliah di UGM muncul sejak SMP, setelah ia melihat video orientasi mahasiswa baru atau PPSMB di media sosial. Meski sempat gagal di jalur SNBT dan UM UGM, ia akhirnya berhasil lolos melalui jalur PBUTM.

"Saat dinyatakan lolos, langsung peluk ibu dan nangis banget," kata Eifie.

Secara pribadi, ia memilih jurusan akuntansi bukan asal-asalan. Sejak SMA ia menyukai pelajaran ini berkat cara mengajar guru yang menyenangkan. Ke depan, Eifie bercita-cita menjadi akuntan, auditor, atau tetap berkarier sebagai paraatlet.

Kini, Eifie siap memulai babak baru sebagai mahasiswa UGM. Ia ingin aktif berorganisasi, ikut lomba, magang, sekaligus terus berlatih untuk memperbaiki catatan waktunya. "Aku mau mecahin rekor pribadi dan ngalahin lawan-lawan yang susah dikalahkan,"   tuturnya bersemangat. (iza/laz)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Universitas Gadjah Mada (UGM) #Mahasiswa #kediri #UGM #Program Studi Akuntansi #Eifie Julian Hikmah #Fakultas Ekonomika dan Bisnis #FEB #atlet disabilitas #Penelusuran Bibit Unggul Tidak Mampu