Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Untidar Magelang Sambut 4.138 Mahasiswa Baru, Warek Sebut Rasio Keketatan Kampus Mencapai 1:8

Naila Nihayah • Selasa, 5 Agustus 2025 | 05:20 WIB

 

SIMBOLIS: Penyematan almamater oleh rektor kepada dua perwakilan mahasiswa baru Untidar Senin (4/8).
SIMBOLIS: Penyematan almamater oleh rektor kepada dua perwakilan mahasiswa baru Untidar Senin (4/8).

MAGELANG - Universitas Tidar (Untidar) Magelang menerima 4.138 mahasiswa baru tahun ajaran 2025/2026. Mereka resmi memulai rangkaian kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) di GKU dr HR Suparsono, Kampus Tuguran Senin (4/8).

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama Untidar Prof Suyitno menyampaikan, jumlah mahasiswa baru yang diterima tahun ini mencapai 4.138 orang dari 33.684 pendaftar. Dengan demikian, rasio keketatan Untidar mencapai 1:8.

Rinciannya, 982 mahasiswa diterima melalui jalur SNBP dan 1.849 mahasiswa dari jalur SNBT. Lalu, 1.307 mahasiswa dari jalur mandiri. Sementara itu, tercatat ada 33 peserta yang tidak melakukan registrasi ulang.

Suyitno juga menyoroti semakin beragamnya latar belakang mahasiswa baru. Tahun ini, kata dia, ada lima mahasiswa asal Papua diterima melalui program beasiswa afirmasi pendidikan tinggi (ADik). Itu merupakan bentuk keberpihakan pemerintah terhadap kelompok tertinggal, terdepan, terluar (3T), orang asli Papua (OAP), anak tenaga kerja Indonesia (TKI), dan penyandang disabilitas.

"Hampir semua provinsi sudah mulai terwakili di Untidar," lontarnya.

Rektor Untidar Prof Sugiyarto menegaskan, perubahan status dari pelajar menjadi mahasiswa bukan sekadar formalitas. Melainkan proses pembentukan karakter yang menuntut kesiapan mental, intelektual, dan sosial.

Dia menyebut, PKKMB merupakan gerbang awal untuk mengenal dunia kampus lebih dalam. Kemudian memahami nilai-nilai luhur universitas, serta menyesuaikan diri dengan dinamika akademik dan sosial. "Program ini dirancang untuk menumbuhkan cinta almamater, semangat kolaborasi, dan integritas diri," katanya.

Terlebih, menurutnya, pembekalan dalam PKKMB bukan hanya soal pengenalan sistem akademik, organisasi kemahasiswaan, atau fasilitas kampus. Tetapi menjadi langkah awal membentuk mahasiswa yang adaptif dan berdaya saing di tengah tantangan global. (aya/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Mahasiswa #Untidar Magelang #Warek #Wakil Rektor #mahasiswa baru #SNBT #Universitas Tidar (Untidar)