Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Wisuda Untidar Magelang IPK 3,99 dan Janji Seorang Kakak: Lulus untuk Gantian dengan Adik

Naila Nihayah • Senin, 28 Juli 2025 | 03:02 WIB

 

 

Wisuda di Untidar Magelang
Wisuda di Untidar Magelang

MAGELANG — Sebanyak 517 mahasiswa berhasil menyelesaikan pendidikan di Universitas Tidar (Untidar). Bukan sekadar gelar, tapi momentum wisuda ke-70 itu menjadi bukti perjuangan para mahasiswa. Namun, bukan hanya kata-kata puitis dari rektor yang menyentuh hati. Justru, yang paling menggugah adalah kisah-kisah di balik toga mereka.

Bagi Ayu Alifia Widianingrum, lulusan S1 Pendidikan Matematika FKIP, menjadi seorang sarjana adalah wujud nyata dari mimpi yang berulang kali diuji oleh waktu, lelah, dan harapan. Lahir dari keluarga sederhana, orang tuanya pun tak pernah menginjak bangku kuliah.

"Bahkan saya sering diragukan, apakah mungkin seorang anak seperti saya bisa meraih gelar ini?," suara lirih Ayu menggema di GKU dr HR Suparono saat mewakili seluruh wisudawan, Sabtu (26/7).

Ayu berhasil menyelesaikan studinya dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,99, hanya terpaut 0,01 dari nilai sempurna, dalam waktu 3 tahun 9 bulan 27 hari. Dia juga ditetapkan sebagai salah satu wisudawan berprestasi akademik.

Namun di balik prestasinya, tersimpan cerita kehilangan. Sang ayah wafat pada 2017, meninggalkan ibunya, Santi, sebagai tulang punggung tunggal keluarga. Sejak saat itu, sang ibu bekerja keras, tanpa kenal waktu supaya bisa membiayai Ayu kuliah.

"Dan adik saya, Putri, menjadi alasan saya untuk cepat-cepat lulus, agar bisa gantian membiayai pendidikannya," ujar Ayu, menahan haru. "Saya tak hanya lulus untuk diri sendiri, tapi juga untuk ibu, adik, dan semua orang yang percaya saya bisa," tutup Ayu, sebelum melangkah turun dari podium.

Suasana haru juga terasa saat Amar Ma’ruf, wisudawan S2 Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP, disebut sebagai wisudawan terbaik. Dia menorehkan IPK sempurna 4,00 dan menyelesaikan studi magisternya hanya dalam 1 tahun 9 bulan 30 hari. Secara keseluruhan, 331 dari 517 wisudawan lulus menyandang predikat Cumlaude.

Mereka berasal dari 20 program studi dan 5 fakultas, yakni Fakultas Ekonomi, Fakultas Pertanian, Fakultas Teknik, FKIP, dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

Rektor Untidar Prof Sugiarto menyampaikan pesan kebijaksanaan dalam bentuk tembang Jawa. Yakni, dondong opo salak, duku cilik-cilik. Gendong opo pundak, mlaku timik-timik. Itu berarti, seluruh wisudawan diminta untuk tidak bergantung pada pundak orang tua.

"Beranilah melangkah sendiri, meskipun pelan. Tapi juga harus tahu kapan saatnya berlari lebih cepat. Jadilah pribadi mandiri tapi tetap berpijak pada budaya," pesannya disambut tepuk tangan wisudawan.

Tak hanya itu, Sugiyarto juga memberikan penghargaan kepada sepuluh wisudawan berprestasi. Lima di antaranya dari bidang akademik dan lima lainnya dari bidang non-akademik. Penghargaan ini menjadi penanda bahwa keberhasilan bukan hanya soal nilai, tapi juga kontribusi dalam berbagai lini kehidupan kampus.

Yang membanggakan, kata dia, jumlah wisudawan dari luar Jawa juga meningkat. Beberapa di antaranya datang dari Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Riau, Bangka Belitung, hingga Kalimantan Timur.

Mereka hadir membawa semangat dari berbagai penjuru nusantara, memperkaya keberagaman di kampus yang kini makin diminati secara nasional.

"Kami ingin menunjukkan bahwa Untidar bukan hanya milik Magelang atau Jawa Tengah, tapi milik Indonesia. Mahasiswa datang dari berbagai wilayah, dan akan kembali ke daerahnya dengan ilmu dan semangat baru," lontarnya. (aya/pra)

Editor : Heru Pratomo
#Puitis #FKIP #ayu #Magelang #rektor #Untidar #wisudawan #perjuangan ibu