JOGJA - Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menyelenggarakan tes kesehatan wajib bagi 3.800 mahasiswa baru yang diterima melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). Tes mulai 23-27 Juni itu dipusatkan di Fakultas Kedokteran UNY.
Wakil Dekan Bidang Perencanaan, Umum, dan Keuangan Fakultas Kedokteran UNY Prof Sulistiyono mengungkapkan, tes kesehatan ini merupakan tahapan penting dalam proses penerimaan mahasiswa baru. Tujuannya memastikan kesiapan fisik dan mental mahasiswa dalam menjalani perkuliahan, serta sebagai upaya menciptakan lingkungan kampus yang sehat dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.
"Materi pemeriksaan meliputi pengukuran tinggi dan berat badan, pemeriksaan visual, pengukuran tekanan darah, tes buta warna, dan tes narkoba," katanya di UNY, Selasa (24/6).
Sulistiyono menyampaikan, tes yang dilakukan dibagi dalam tiga gelombang, periode bulan Juni, Juli, dan Agustus. "Gelombang pertama terbagi dua sesi, pagi dan siang, dengan target sekitar 1.000 mahasiswa," ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini tidak hanya bersifat administratif semata, tetapi menjadi langkah deteksi dini terhadap potensi gangguan kesehatan yang bisa menghambat proses belajar mahasiswa.
Para mahasiswa diimbau hadir sesuai jadwal dan membawa dokumen yang diperlukan. Petugas kesehatan dan panitia telah disiapkan untuk memastikan proses berjalan lancar.
Sementara itu, salah seorang peserta tes kesehatan, Dias Mustaqimah merasa bersyukur dapat diterima di Prodi Pendidikan Seni Kriya, Fakultas Bahasa Seni dan Budaya melalui jalur SNBP.
"Saya tidak menyangka bisa diterima di sini, apalagi orang tua saya buruh dan beruntung juga mendapat beasiswa KIPK," tuturnya.
Ke depan perempuan alumni SMKN 1 Kalasan ini berkomitmen untuk bisa memaksimalkan potensi dirinya, dan terus bereksplorasi selama menjadi mahasiswa. "Saya ingin berperan aktif sebagai mahasiswa dan ikut serta berorganisasi," tandasnya. (iza/laz)
Editor : Sevtia Eka Novarita