JOGJA - Sebanyak 8.043 mahasiswa memadati Lapangan Pancasila Grha Sabha Pramana (GSP), Jumat (20/6/2025).
Dengan balutan atribut lapangan, mereka secara resmi dilepas melaksanakan kuliah kerja nyata (KKN) pembelajaran pemberdayaan masyarakat (PPM) periode 2 tahun 2025.
KKN tersebut akan berlangsung selama 50 hari, hingga 8 Agustus 2025 mendatang.
Mereka tergabung dalam 287 unit KKN yang tersebar di 122 kabupaten/kota di 35 provinsi seluruh Indonesia.
Rektor UGM Prof Ova Emilia menyampaikan, tahun ini, KKN UGM mengangkat tema besar Kedaulatan Pangan dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan dan Menghadapi Perubahan Iklim.
"Ini sebagai respons terhadap tantangan global dan kebutuhan pembangunan berkelanjutan di daerah," katanya di sela upacara penerjunan KKN.
Ova menyebut, KKN sebagai momen penting dan khas dalam proses pendidikan di UGM.
Program ini bukan hanya kegiatan lapangan, melainkan bagian dari proses pembentukan karakter dan kontribusi nyata bagi masyarakat hingga mendukung pembangunan nasional.
"Selamat KKN, ini fase penting yang menandai kuliah kalian hampir selesai," ujarnya.
Baca Juga: Gembosi PSS Sleman, Tim Promosi Persijap Jepara Perkenalkan Wahyudi Hamisi Sebagai Rekrutan Anyar
Terlebih, sejak dimulai pada 1950-an, KKN telah menjadi laboratorium sosial bagi mahasiswa UGM untuk belajar langsung dari masyarakat, mengembangkan pemikiran kritis, dan melihat dinamika sosial secara lebih dekat
Sementara itu, Wakil Rektor UGM Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat dan Alumni Dr Arie Sujito menambahkan, jumlah peserta KKN tahun ini merupakan yang terbanyak dalam satu periode sepanjang sejarah pelaksanaan KKN di UGM.
"Ini rekor jumlah peserta terbanyak. Ini juga menandai kepercayaan dan antusiasme luar biasa dari mahasiswa terhadap program KKN," ujar Arie.
Baca Juga: Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Dorong Malaysia Tingkatkan Investasinya di Jawa Tengah
Arie juga mengingatkan pentingnya etika dan tanggung jawab mahasiswa dalam menggunakan media sosial selama pelaksanaan KKN.
Apalagi, di era digital ini, setiap unggahan di media sosial bukan hanya merepresentasikan individu, tetapi juga tim dan UGM.
"Jaga martabat, bangun interaksi yang humanis, dan lindungi satu sama lain," tegasnya.
Sementara itu, seorang mahasiswa UGM yang akan mengikuti KKN Salsa Maheswari mengaku antusias akan melakukan pengabdian masyarakat.
Namun juga merasa gugup dalam waktu yang bersamaan. Sebab baru mengenal satu sama lain dengan tim.
"Dan lokasi KKN-nya ini adalah permulaan atau pilot project," tutur Salsa yang akan menjalani KKN di Wonosobo, Jawa Tengah.
Mahasiswi fakultas pertanian ini menyampaikan, telah mempersiapkan berbagai program terkait pertanian berkelanjutan yang akan ia kolaborasikan bersama warga desa setempat.
"Kalau dari yang saya tahu, di sana potensinya kopi dan teh. Saya sudah siapkan beberapa opsi program," bebernya. (iza/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita