MAGELANG – Mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) FKIP Universitas Tidar (Untidar) menggelar pameran bertajuk Tradigital English Expo 2025. Pameran ini memadukan teknologi dan kearifan lokal sebagai bagian dari inovasi mahasiswa.
Adapun tema yang diambil, yakni 'Kampoeng Digital: Empowering Local Wisdom Through Gamification'. Pameran ini diselenggarakan di GKU dr HR Suparsono, Kampus Tuguran, Selasa (17/6) yang diikuti oleh mahasiswa semester 2 dan 6 prodi PBI.
Masing-masing dari mereka menampilkan beragam inovasi media pembelajaran bahasa Inggris berbasis digital dan kearifan lokal. Untuk mahasiswa semester 2 menampilkan aplikasi pembelajaran interaktif hasil dari mata kuliah Technology Enhanced Language Learning (TELL).
Mahasiswa PBI semester 2 Zain menjelaskan, aplikasi-aplikasi yang dipamerkan mengintegrasikan teknologi dengan materi ajar secara praktis dan menarik. Satu aplikasi yang banyak menarik perhatian adalah EF Hello.
Baca Juga: Pengunjung Pantai Depok Turun 40 Persen, Pedagang Minta Pemerintah Turun Tangan
"Aplikasi tersebut digunakan untuk melatih keterampilan berbicara (speaking) dengan fitur koreksi otomatis yang memudahkan siswa belajar secara mandiri," bebernya.
Sementara itu, mahasiswa PBI semester 6 Navaz menyebut, teman-temannya menampilkan media pembelajaran hasil dari mata kuliah Teaching English as a Foreign Language (TEFL). Satu di antaranya memperkenalkan Talklore, sebuah media berbasis permainan kartu yang mengajarkan keterampilan berbicara dengan materi recount text.
Permainan tersebut, kata dia, menggunakan 12 kartu berisi ringkasan cerita rakyat Indonesia yang dikombinasikan dengan lemparan dadu untuk menentukan topik pembicaraan berdasarkan kata kunci dari cerita.
Setiap media dan aplikasi yang dipamerkan mencakup aspek keterampilan berbahasa Inggris secara lengkap. Seperti listening, speaking, reading, writing, grammar, dan vocabulary, dengan pendekatan kreatif dan menyenangkan.
Dosen pengampu mata kuliah TELL Boris Ramadhika mengutarakan, expo ini merupakan hasil akhir dari perkuliahan yang menuntut mahasiswa tidak hanya membuat media pembelajaran. Tetapi juga mempresentasikannya secara terbuka.
"Nantinya, akan dipilih 10 karya terbaik dari kelas TELL dan TEFL untuk didaftarkan hak kekayaan intelektual sebagai bentuk apresiasi terhadap inovasi mahasiswa," ujarnya.
Dia menyebut, Tradigital English Expo 2025 tidak hanya menjadi ajang unjuk karya. Tetapi juga menegaskan bahwa pembelajaran bahasa Inggris dapat dikemas secara kontekstual, kreatif, dan relevan.
Terlebih, lanjut dia, perpaduan antara teknologi dan budaya lokal menjadi pendekatan strategis dalam merancang pembelajaran yang lebih bermakna bagi generasi muda.
Pameran ini sekaligus menunjukkan komitmen prodi PBI FKIP Untidar dalam memperkuat kolaborasi antara pendidikan tinggi dan masyarakat. Serta mempersiapkan calon pendidik yang inovatif dan adaptif terhadap perkembangan zaman. (aya)
Editor : Sevtia Eka Novarita