SLEMAN - Inovasi menarik datang dari tim mahasiswa UNY yang tergabung dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Nanospellent. Adillia Nur Anggraini (Kimia 2022), Tina Rukasih (Pendidikan Fisika 2021), Zaharani Yuflihza (Pendidikan Fisika 2021), Dunnish Haraini (Fisika 2022), dan Salsabilla Firdaus Isromi (Biologi 2022) berhasil menciptakan produk nanospray anti nyamuk. Berbahan dasar limbah kulit jeruk keprok dan kulit durian.
"Kami temukan sebagian besar produk repelan nyamuk di pasaran masih mengandung bahan kimia sintetis seperti N,N-diethyl-m-toluamida (DEET)," kata Tina kepada Radar Jogja Selasa (10/6).
Diakuinya, bahan DEET tersebut berpotensi membahayakan kesehatan dan lingkungan. Terlebih jka digunakan terus-menerus dalam jangka waktu yang lama.
Melalui kajian literatur, Tina dan tim menemukan kulit jeruk keprok memiliki kandungan minyak atsiri dengan 97,69 persen senyawa limonen. Efektif sebagai repelan alami. Sementara, kulit durian juga terbukti mendukung efektivitas campuran tersebut.
"Kami memilih nanospray sebagai bentuk akhir produk karena partikelnya yang kecil bisa menyebar luas saat disemprotkan," paparnya.
Dia menuturkan, proses pengembangan produk sendiri dilakukan dalam waktu penelitian yang terbatas. Yaitu sekitar empat bulan. Meski menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan alat laboratorium dan kesulitan dalam memperoleh limbah kulit jeruk keprok, tim berhasil merumuskan proporsi formula yang optimal.
"Inovasi ini juga mendapatkan bimbingan dan dukungan intensif dari Prof Dr Nurfina Aznam selaku dosen pembimbing kami," ujarnya.
Ke depan, tim ini berencana mendaftarkan hasil penelitian ke Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan mempublikasikannya dalam jurnal ilmiah. Mereka juga berharap dapat menjalin kerja sama dengan pihak-pihak lokal untuk pengadaan bahan baku dan proses komersialisasi produk. "Kami mau menunjukkan bahwa solusi ramah lingkungan dan berbasis limbah organik bisa jadi alternatif dalam mengatasi masalah kesehatan masyarakat," tandasnya. (iza/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita