Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Untidar Magelang Panen Ayam di Teaching Farm Bandongan, Bukti Komitmen pada Edukasi Terapan

Naila Nihayah • Senin, 9 Juni 2025 | 04:55 WIB

 

MELIMPAH: Teaching Farm Bandongan milik Untidar dipenuhi dengan ayam siap panen.
MELIMPAH: Teaching Farm Bandongan milik Untidar dipenuhi dengan ayam siap panen.
 

MAGELANG - Universitas Tidar (Untidar) kembali memanen ayam dari fasilitas teaching farm di Bandongan, Magelang. Kegiatan ini menjadi bagian dari kerja sama pendidikan terapan antara Untidar dengan PT Charoen Pokphand Indonesia (CPIN).

Rektor Untidar Prof Sugiyarto menyebut, kegiatan ini bukan sekadar panen. Tetapi juga bukti dari model pembelajaran aplikatif yang selama ini digaungkan. "Program kolaborasi ini mengusung skema bagi hasil," bebernya di Teaching Farm Bandongan Minggu (8/6).

Dia berharap, Teaching Farm Bandongan bisa menjadi laboratorium hidup bagi mahasiswa dan berperan dalam mendorong kemandirian kampus. "Kami ingin membangun unit usaha pendidikan yang relevan dengan kebutuhan industri," imbuhnya.

Kepala Unit Pengelola Usaha (UPU) Teaching Farm Bandongan Jalu Aji Prakoso mengatakan, masa pemeliharaan ayam itu berlangsung sekitar dua bulan. "Ada kendala teknis kecil, tetapi secara umum kegiatan ini berjalan sesuai rencana," ujarnya.

Dia mengatakan, CPIN menyediakan ayam, pakan, dan obat-obatan. Sementara Untidar menyediakan fasilitas kandang dan tenaga pemeliharaan.

Saat ini, sistem panen sudah memungkinkan untuk dilakukan secara harian maupun dalam bentuk panen raya. Biasanya, ayam mulai dipanen pada usia 35 hari dengan bobot rata-rata 2,2 kilogram per ekor.

Perwakilan Technical Service CPIN Ainurrafiq menjelaskan, sistem kandang yang digunakan sudah memenuhi standar industri. Kandang close house diterapkan untuk meminimalkan gangguan eksternal, didukung protokol biosekuriti dan sanitasi tinggi.

Bahkan, lanjut dia, tingkat mortalitas ayam tercatat di bawah tiga persen sesuai standar perusahaan. "Pasar lokal seperti Magelang biasanya menerima ayam dengan bobot 1,2 sampai 2,2 kg. Di atas itu umumnya untuk luar kota," kata dia.

Ainurrafiq menambahkan, pengambilan ayam bisa menggunakan kendaraan kecil dengan kapasitas 5 sampai 7 kuintal hingga truk besar berkapasitas 3,5 ton, tergantung kebutuhan mitra.

Lebih dari sekadar kerja sama komersial, Ainurrafiq menekankan pentingnya transfer pengetahuan dalam program ini. Mahasiswa pun dilibatkan dalam pemeliharaan. Sekaligus belajar langsung sistem manajemen peternakan modern. (aya/laz)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Mahasiswa #ayam #kebutuhan industri #Kampus #Teaching Farm Bandongan #Teaching Farm Closed House #PT Chaeron Pokphand Indonesia #CPIN #kandang #Universitas Tidar (Untidar)