Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Program MBG di SPPG Unisa Juga Dukung Pertumbuhan Ekonomi Sosial

Fahmi Fahriza • Sabtu, 31 Mei 2025 | 06:45 WIB
Para siswa saat menerima program MBG.
Para siswa saat menerima program MBG.

 

JOGJA - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) mengapresiasi pelaksanaan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) Universitas Aisyiyah (Unisa) Jogjakarta, yang dinilai berjalan baik dalam mendukung program nasional makan bergizi gratis (MBG).

 

Deputi Pengendalian, Evaluasi, dan Manajemen Risiko Pembangunan Kementerian PPN/Bappenas Erwin Dimas mengatakan, pihaknya hadir untuk memastikan seluruh proses pelaksanaan program berjalan optimal, mulai dari persiapan dapur, pengecekan gizi, kebersihan, hingga distribusi makanan ke sekolah-sekolah.

"Dapurnya sangat baik, apalagi dikelola Yayasan Muhammadiyah yang punya jaringan kuat dari hulu ke hilir," kata Erwin, Jumat (30/5).

 Baca Juga: Buntut Penggantian Pelat Nomor BMW yang Tabrak Mahasiswa FH UGM hingga Tewas, Polresta Sleman Buru Pemberi Perintah

Ia menambahkan, pelaksanaan MBG seharusnya juga tidak hanya berhenti pada pemberian makanan bergizi, tetapi juga membentuk ekosistem yang mendukung pertumbuhan sosial dan ekonomi.

"Kita bisa lihat distribusi makanan ini turut mendorong kesejahteraan masyarakat sekitar, termasuk petani, nelayan, dan UMKM," paparnya.

 

Sementara itu, Ketua Koordinator Nasional Makan Bergizi Muhammadiyah M. Nurul Yamin menyampaikan, pihaknya telah mempersiapkan program ini dengan matang, mulai dari infrastruktur, sumber daya manusia, hingga sistem kontrol kualitas.

"Program MBG di dapur Muhammadiyah, termasuk Unisa, sudah jalan lima minggu. Kami harap standar operasional yang telah ditentukan bisa terus dijalankan," ujar Yamin.

 

Yamin menyebutkan empat manfaat utama dari pelaksanaan program MBG. Pertama, memastikan makanan bergizi sampai ke tangan peserta didik, termasuk santri Muhammadiyah. Kedua, membangun ekosistem ekonomi dari hulu hingga hilir.

Ketiga, menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. "Lalu keempat, mensinergikan berbagai unsur majelis, lembaga, dan amal usaha Muhammadiyah," ulasnya.

 

Kepala SPPG Unisa Avira Durrotul Rasyida, ia menjelaskan, saat ini dapur MBG yang dikelola pihaknya telah menjangkau 12 sekolah dari jenjang TK hingga SMA, baik sekolah Muhammadiyah maupun negeri.

"Penerima manfaat saat ini maksimal 1.900 anak per hari, tergantung jadwal sekolah masing-masing," bebernya.

 

Avira memproyeksikan, target ke depannya bisa sampai 3.500 penerima manfaat per hari, secara realistis hal tersebut menurutnya akan bisa tercapai pada Juli atau Agustus nanti. "Masih ada beberapa kendala teknis, tapi seluruh tantangan masih dapat dikendalikan," urainya. (iza/pra)

 

Editor : Heru Pratomo
#Mbg #unisa #sosial ekonomi #PPN/Bapennas #SPPG