JOGJA - Pelestarian budaya jadi salah satu fokus utama yang dimiliki oleh Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), hal tersebut salah satunya tercermin dari kembali terselenggaranya Festival Dalang Cilik (FDC) 2025 sebagai bagian dari rangkaian peringatan Dies Natalis ke-61.
Dosen pendidikan Bahasa Jawa UNY, Galang Prastowo yang juga menjadi ketua panitia FDC 2025 menuturkan. FDC 2025 merupakan gelaran ke-14 yang konsisten dilakukan UNY.
"Kami hanya sempat off pada saat pandemi, di luar itu FDC selalu dilangsungkan," katanya pada Radar Jogja, Rabu (14/5).
Galang menyampaikan, dari total 78 peserta yang mendaftar dari jenjang SD dan SMP, akhirnya terpilih 18 peserta, mereka tampil bergiliran dalam kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 13 hingga 15 Mei 2025, dan dipusatkan di Pendopo Foodcourt UNY.
"Jumlah pendaftar nya melebihi ekspektasi kami, kami pikir sekitar 60 orang, ternyata hampir 80," serunya.
Menurutnya, hal tersebut bukanlah angka semata, namun juga optimisme bahwa generasi muda saat ini masih banyak yang menyukai dan ingin menekuni kebudayaan, salah satunya wayang.
"Dari 18 peserta itu, ada juga satu yang lolos dalang perempuan. Ini tentu hal yang positif sekali," ungkapnya.
Diakuinya, untuk peserta sendiri hadir dari berbagai kota di Indonesia. Sebab, secara substansi FDC sendiri berskala nasional.
"Selain DIJ, ada beberapa kota di Jawa Timur dan Jawa Tengah yang mendaftar. Untuk yang lolos ini ada 2 peserta dari Surabaya juga," urainya.
Sementara itu, Rektor UNY Prof. Dr. Sumaryanto menyatakan, bahwa mulai tahun ini, rangkaian Dies Natalis hanya akan digelar di tingkat universitas sebagai upaya memperkuat kebersamaan antar warga kampus.
"Ini bagian dari komitmen UNY untuk meningkatkan semangat kekeluargaan di antara civitas akademika dan menjaga momen untuk terus berprestasi," ujarnya.
Meski terdapat penyederhanaan agenda, diakuinya bahwa FDC tetap dipertahankan sebagai bagian dari perayaan.
"Festival ini jadi wadah lahirnya talenta-talenta muda berbakat di bidang pedalangan," bebernya.
Penuturan lain datang dari salah satu orangtua peserta, yakni Ahmad Hanafi. Sebagai orangtua, Hanafi mengaku senang dan mengapresiasi betul penyelenggaraan FDC yang dilakukan UNY.
Menurutnya, FDC jadi salah satu wadah yang ideal untuk anak-anak bisa berkembang dan mengekspresikan minat bakatnya.
"Apalagi ini di bidang seni dan budaya lokal. Bagus dan positif sekali di tengah maraknya gadget," ulasnya.
Terlepas dari prestasi yang nanti akan diraih atau tidaknya oleh sang anak, Hanafi sendiri tidak terlalu memikirkan hal tersebut. Baginya, kemenangan terbesarnya sebagai orang tua adalah bisa melihat sang anak tampil.
"Anak saya bisa dan berani tampil itu saja sudah bangga sekali, tidak harus juara," pungkasnya. (iza)
Editor : Heru Pratomo