BANTUL - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) terus mengintensifkan upaya hilirisasi hasil penelitian dari para dosen dan mahasiswa.
Hal ini salah satunya dilakukan guna menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat.
Direktur Inovasi dan Hilirisasi UMY Dr Ir Novi Caroko menyampaikan, upaya itu dilakukan seiring komitmen UMY sebagai perguruan tinggi Muhammadiyah yang tidak hanya berfokus pada pengembangan riset. Tapi juga pada implementasi inovasi yang bermanfaat.
Disebutkan, sebagai langkah konkret, UMY menggelar audiensi dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY.
Pertemuan membahas peluang kerja sama dalam pengembangan dan hilirisasi produk riset yang implementatif mendukung kemajuan Kota Jogja.
"Kami presentasikan portofolio berisi 243 paten hasil inovasi. Salah satu produk unggulan kami itu alat deteksi darah nifas bagi ibu melahirkan," katanya Senin (13/5/2025).
Ia menuturkan, produk itu merupakan inovasi dari Dr Elsye Maria Rosa, dosen Magister Keperawatan UMY.
Di mana alat tersebut telah diproduksi oleh industri alat kesehatan dan menjadi satu-satunya inovasi sejenis di Indonesia.
Lebih lanjut Caroko menyampaikan, Kadin juga siap memfasilitasi pertemuan antara dosen UMY dan pelaku industri.
Ini untuk mempercepat proses hilirisasi produk-produk paten tersebut.
"Semoga kerja sama ini bisa mempertemukan inovator UMY dengan dunia industri. Ini agar riset tidak berhenti di sertifikat, tapi dimanfaatkan secara luas, khususnya di Jogja," harapnya.
Caroko mengatakan, UMY juga menargetkan kolaborasi ini sebagai sarana untuk mendekatkan mahasiswa dengan dunia industri.
Sehingga dapat memperoleh gambaran nyata tentang dunia kerja dan mengaplikasikan hasil pembelajaran secara langsung.
"Kami berharap ini segera ditindaklanjuti dan dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh civitas akademika UMY," tambahnya.
Dengan begitu, ia optimistis karya inovatif yang dihasilkan dapat berkontribusi langsung dalam memajukan industri dan memberikan manfaat bagi masyarakat. (iza/laz)
Editor : Winda Atika Ira Puspita