Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Career Days Sekolah Vokasi  UGM Diserbu Pencari Kerja, Target Punya Pekerjaan sebelum Lulus Kuliah

Fahmi Fahriza • Rabu, 7 Mei 2025 | 03:02 WIB

 

Ribuan pencari kerja dari berbagai latar belakang pendidikan antusias mendatangi booth atau tenant pekerjaan di SV UGM Career Days, kemarin (6/5).
Ribuan pencari kerja dari berbagai latar belakang pendidikan antusias mendatangi booth atau tenant pekerjaan di SV UGM Career Days, kemarin (6/5).
 

JOGJA - Proses persaingan mencari kerja yang semakin sengit hingga maraknya ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK), jadi hal yang disadari banyak pihak. Termasuk para mahasiswa yang sejatinya belum lulus, banyak dari mereka yang sudah ancang-ancang segera mencari kerja.

Hal itu, salah satunya tercermin dari antusiasme ribuan orang yang didominasi oleh mahasiswa, di mana mereka mendatangi puluhan booth atau tenant pekerjaan yang difasilitasi Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM).

"SV UGM Career Days ini program rutin kami. Setahun kami adakan dua kali. Pada bulan Mei dan September," kata Ketua Panitia SV UGM Career Days Faiz Zamzami kepada Radar Jogja, Selasa (6/5).

Faiz menuturkan, pemilihan bulan Mei dan September sendiri bukan tanpa sebab. Dari data yang dihimpunnya, kedua periode itu berdekatan jelang momentum wisuda di UGM. Sehingga, diharapkan para mahasiswa atau calon wisudawan bisa terbantu dengan adanya Career Days sebelum resmi lulus.

 "Walaupun demikian, Career Days ini untuk umum juga. Siapapun boleh hadir, termasuk yang lulusan SMA/SMK sederajat," paparnya.

Faiz merinci, dalam Career Days yang berlangsung 6-7 Mei di Grha Sabha Pramana (GSP) UGM itu hadir 40 perusahaan besar tingkat nasional dari berbagai sektor. Mulai sektor pembiayaan, asuransi, retail, manufaktur, hingga sektor kesehatan, agensi, dan kreatif.

"Kami fasilitasi semua jurusan. Ada juga kesempatan interview secara langsung," ujarnya.

Secara garis besar, Faiz menilai adanya Career Days offline masih dibutuhkan. Kendati sudah sangat banyak lowongan pekerjaan yang bisa ditemui di media sosial.

"Dua hari pelaksanaan, kami targetkan 5.000 pengunjung yang hadir. Sejauh ini antusiasmenya cukup tinggi dan sesuai ekspektasi," lontarnya.

Salah satu keunggulan dari Career Days offline, diakuinya, adanya kehadiran langsung dari pihak perusahaan yang umumnya diwakili HRD.

Baca Juga: Pemkot Jogja Catat Ratusan Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan Pernikahan Berakhir Perceraian, Segini Angkanya

Hal itu jadi momen penting bagi para pencari kerja untuk bisa menggali informasi sebanyak mungkin, termasuk konsultasi soal apa-apa saja yang perlu disiapkan.

"Ada sesi talkshow interaktif juga. Ini membantu mereka untuk lebih jelas dan tahu dunia kerja," terangnya.

Penuturan datang dari Anggita Tania. Mahasiswi jurusan Ekonomi FEB UGM ini menyampaikan, secara pribadi ia ingin bisa bekerja sembari menjalani kuliahnya.

"Pengen bisa segera kerja sebelum lulus, karena aku lihat persaingan kerja hari ini makin berat dan banyak kompetitornya," paparnya.

Pada kesempatan ini, Anggita mengaku banyak mendapat hal-hal baru, termasuk skill apa saja yang saat ini dibutuhkan di industri kerja secara umum, hingga hal-hal teknis seperti rangkuman CV yang menarik perhatian perusahaan.

"Kalau soal skill, tadi aku tanya beberapa HRD. IT ternyata jadi hal yang dibutuhkan dan poin plus di hampir semua sektor kerja saat ini," ujarnya.

Sementara itu, persaingan mencari kerja yang ketat cukup dirasakan oleh Salma Fitriani. Perempuan alumni Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) ini mengaku selama beberapa bulan terakhir cukup aktif dan giat untuk melamar pekerjaan.

"Baik online atau offline sudah banyak lamar pekerjaan. Tapi belum rezeki dan belum ada panggilan kerja," tutur perempuan asal Godean, Sleman ini.

Salma menekankan, proses persaingan di dunia kerja saat ini memang semakin berat. Selain persaingan yang berat, bayang-bayang ancaman PHK juga jadi salah satu hal yang benar-benar ditakutinya.

"Dari lulus sampai sekarang sudah terhitung sekitar tiga  bulan. Jujur saya juga khawatir kalau terlalu lama nganggur, ini sedang gencar untuk terus cari lowongan,"  tandasnya. (iza/laz)

 

Editor : Heru Pratomo
#FEB UGM #UGM #SV UGM #lulus #sekolah vokasi #PHK #Grha Sabha Pramana UGM #UNY #hrd #Career Days dan Job Fair #mahasiswi