MAGELANG - Pelaksanaan ujian tulis berbasis komputer (UTBK) seleksi nasional berdasarkan tes (SNBT) 2025 di Universitas Tidar (Untidar) dimulai Rabu (23/4). Pada SNBT kali ini, peminat yang ingin berkuliah di Untidar berjumlah 16.165 calon mahasiswa. Sementara daya tampung pada jalur ini hanya 2.105 mahasiswa baru. Artinya, hanya akan ada 13 persen peserta yang diterima dari total jumlah peminat.
Koordinator Pelaksana UTBK SNBT 2025 Untidar Muh Azril meyebut, animo pendaftar SNBT naik 27,54 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya akni 12.673 orang. Peserta yang diterima, akan memenuhi 50 persen dari tiga jalur masuk yang disediakan. Sebab total kursi untuk jenjang sarjana dan diploma mencapai 4.170.
Kuota 20 persen akan diisi dari jalur seleksi nasional berdasarkan prestasi (SNBP), dan 30 persen jalur mandiri. "Persentase tersebut menyesuaikan dengan masing-masing program studi (prodi)," bebernya Rabu (23/4).
Dia mengatakan, prodi yang paling diminati dan menduduki urutan pertama pada SNBT kali ini adalah D3 Farmasi. Dengan total peminat sebanyak 2.155 peserta. Padahal, kata Azril, prodi tersebut tahun ini baru membuka kesempatan untuk calon mahasiswa jalur SNBT.
Sementara tahun sebelumnya, D3 Farmasi hanya dibuka untuk seleksi mandiri. Selain D3 Farmasi, urutan selanjutnya yakni D3 Akuntasi dan D4 Akuntansi Perpajakan. "D3 Farmasi menduduki posisi pertama dari 28 prodi di Untidar, padahal daya tampungnya hanya 100 kursi. Untuk jalur SNBT sekitar 50 kursi," ujarnya.
Azril menambahkan, selain tiga prodi dari jenjang vokasi, ada tiga prodi sarjana yang paling diminati peserta UTBK. Yakni S1 Manajemen, Ilmu Komunikasi, dan Gizi.
Secara nasional, lanjut dia, jumlah peserta yang mendaftar di pusat UTBK Untidar juga mengalami kenaikan sebesar 5 persen dari tahun sebelumnya. Yaitu dari 7.945 peserta ujian menjadi 8.367 peserta ujian.
Pelaksanaan UTBK yang dibagi menjadi dua sesi, berlangsung lancar dan tertib di empat titik lokasi yang telah disiapkan panitia pusat UTBK Untidar. Baik di Kampus Tuguran, Sidotopo, maupun dua sekolah mitra di SMAN 4 dan 5 Kota Magelang.
Peserta mulai memasuki ruang ujian sejak pukul 06.45 untuk sesi pagi dan berlangsung hingga pukul 10.30. Sesi siang dimulai pukul 12.30-16.15. Total terdapat 17 sesi UTBK yang akan digelar Untidar selama sembilan hari pelaksanaan. Masing-masing sesi ada 505 peserta yang tersebar di empat titik lokasi.
Di hari pertama ini, lanjut Azril, ada belasan peserta yang absen mengikuti ujian. Ada yang memang tidak hadir tanpa keterangan, dan ada pula yang terlambat melebihi batas maksimal toleransi. "Dari total 505 peserta, sesi pertama yang hadir 493. Berarti ada 12 peserta yang absen," lontarnya.
Azril menyebut, dari 12 peserta yang absen itu, 11 di antaranya tidak berangkat tanpa keterangan dan satu lainnya terlambat sekitar 42 menit. Dengan dalih terjebak kemacetan. Sementara batas toleransi dari panitia pusat adalah 30 menit. Hal itu praktis membuat peserta gugur untuk mengikuti ujian.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama Untidar Prof Suyitno telah melakukan monitoring di beberapa titik lokasi UTBK. Ujian tersebut nantinya akan berlangsung hingga 2 Mei 2025. "Untidar optimistis dapat melaksanakan UTBK secara kondusif dan tertib," ucapnya. (aya/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita