Ciptakan Platform Pendidikan untuk Berdayakan Pemuda Desa, Tim Amikom Raih Gold Medal Internasional
Fahmi Fahriza• Sabtu, 19 April 2025 | 00:30 WIB
Caption: Tim mahasiswa Universitas Amikom Jogjakarta dengan perolehan medali emas lewat inovasi platfrom pendidikan digital bagi pemuda desa.
SLEMAN - Inovasi dalam bidang pemberdayaan masyarakat dilakukan oleh tim mahasiswa dari Universitas Amikom Yogyakarta, yang terdiri dari Rachmat Fachrurrozi, Grishandy Rifki Ardianto, Lingga Eka Praditya Tama, M. Gusbayu Aji Setiawan, dan Afrian Dicky Prasetya.
Mereka membuat platfrom pendidikan digital yang diaplikasikan pada pemuda desa, dan diberi nama Sinari Desa.
Rachmat mewakili tim menerangkan, Sinari Desa merupakan platform pendidikan digital yang dirancang untuk memberdayakan pemuda desa melalui akses teknologi modern.
Platform ini mengintegrasikan internet offline, augmented reality (AR), virtual reality (VR), artificial intelligence (AI) mentorship, dan blockchain-based certification, guna memberi solusi bagi daerah dengan keterbatasan infrastruktur digital.
"Platform ini mengintegrasikan beberapa teknologi canggih untuk mengatasi kesenjangan pendidikan di daerah terpencil," katanya pada Radar Jogja, Selasa (8/4/2025).
Ia menjelaskan, dalam platform tersebut, internet offline berfungsi untuk memberikan akses materi pendidikan digital tanpa koneksi internet, menjangkau daerah terdepan, terluar, tertinggal (3T).
Lalu, AR dan VR berguna untuk menciptakan pengalaman belajar interaktif guna meningkatkan pemahaman konsep secara visual.
Sementara, AI Mentorship sendiri memberikan bimbingan personal berbasis kecerdasan buatan kepada pemuda desa, dan Blockchain-based Certification memastikan kredibilitas sertifikasi keterampilan digital, meningkatkan daya saing pemuda desa di pasar kerja global.
"Keunggulan utama Sinari Desa itu kemampuannya memberi akses pendidikan berkualitas bagi pemuda desa yang selama ini terhambat oleh keterbatasan infrastruktur digital," ujar Rachmat.
Lebih lanjut, ia merinci bahwa proses riset dan pengembangan untuk proyek Sinari Desa telah berlangsung selama kurang lebih satu tahun.
Selama periode ini, tim fokus pada perancangan, pengujian, dan penyempurnaan platform untuk memastikan bahwa teknologi yang dikembangkan dapat berfungsi optimal di daerah pedesaan dengan infrastruktur terbatas.
"Hingga saat ini, Sinari Desa telah di uji coba dan diimplementasikan di beberapa desa, antara lain desa Dasri, Banyuwangi, dan desa Sidorejo, Temanggung," paparnya.
"Untuk mengatasinya, kami kembangkan solusi seperti teknologi Internet of Things (IoT) offline yang memungkinkan akses materi pendidikan tanpa perlu koneksi internet," jelasnya.
Selanjutnya, Rachmat menyampaikan, lewat gagasan dan inovasi tersebut, timnya berhasil meraih Gold Medal dalam kategori Innovation Science di ajang Global Youth Invention and Innovation Fair (GYIIF) 2025.
Kompetisi internasional ini diselenggarakan oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA) bekerja sama dengan Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Institut Pertanian Bogor (IPB).
"Kami meraih Gold Medal dengan judul Inovasi Empowering Rural Youth through Digital Education: Transforming Villages into Global Innovation Hubs with Sinari Desa," bebernya.
Sementara itu, dosen pembimbing project Sinari Desa Melwin Syafrizal mengungkapkan, GYIIF sendiri adalah kompetisi ilmiah tingkat internasional yang mempertemukan inovator muda dari berbagai negara untuk memamerkan proyek berbasis riset dan teknologi.
"Keberhasilan Universitas Amikom dalam ajang ini menegaskan komitmen perguruan tinggi dalam mendorong inovasi yang berdampak sosial," sebutnya.
Diakuinya, ajang tersebut mencakup beberapa kategori, termasuk Social Science, Environmental Science, Life Sciences, Engineering and Technology, Physics, serta Innovation Science, yang menjadi kategori kemenangan tim Universitas Amikom.
"Semoga Sinari Desa bisa dikembangkan lebih lanjut, dan diimplementasikan secara luas untuk mendukung pemberdayaan pemuda desa di Indonesia," pungkasnya. (iza)