JOGJA - Universitas Aisyiyah (Unisa) Jogjakarta, secara resmi akan mengambil bagian strategis dalam program makan bergizi gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah.
Ketua program studi Gizi Unisa Jogjakarta Agung Nugroho menyampaikan, Muhammadiyah memang sudah menjalin kerjasama dengan pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN).
Unisa sendiri didapuk sebagai salah satu pihak yang menyediakan sekaligus menjalankan dapur satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) untuk program MBG. "Sudah resmi ditunjuk, ada surat tembusan juga. Dapur SPPG Unisa akan beroperasi secara resmi 9 April 2025," katanya pada Radar Jogja, Minggu (6/9).
Agung menuturkan bahwa SPPG Unisa akan melakukan distribusi ke 5 sekolah, lokasinya sendiri diutamakan adalah sekolah yang ada di sekitar Unisa. "Sebenernya yang diminta 3.000, tapi kami antisipasi, dan secara hitungan bisa dinaikkan produksinya per hari maksimal 3.500," ulasnya.
Agung menyebut dari BGN juga sudah melakukan monitoring lapangan, untuk memastikan kesiapan dapur SPPG Unisa. Dalam prosesnya, ada beberapa masukkan, yang langsung segera ditindaklanjuti oleh Unisa.
Diakuinya, beberapa output yang diberikan BGN ke Unisa meliputi, diminta untuk menutup area atas, karena dapur memang harus tertutup untuk menghindari serangga, dan juga harus ada blower, kipas hingga exhaust.
"Hal-hal itu sudah dibenahi. Selain itu aman, alur produksi hingga distribusi sudah aman," bebernya.
Dia merinci dapur SPPG Unisa tersebut nanti akan mulai beroperasi pukul 02.00 dinihari setiap harinya, melibatkan setidaknya 50 orang di dalamnya.
Dengan rincian, 47 tenaga bantu untuk memasak, penataan, distribusi, driver, hingga tukang cuci, yang kebanyakan diambil dari warga sekitar Unisa. Sementara, tiga orang lainnya adalah kepala dapur, ahli gizi, dan juga akuntan.
Wakil Rektor II Bidang Keuangan, Umum, dan Sumber Daya Unisa Dr. Yuli Isnaeni mengharapkan, dengan hadirnya SPPG Unisa ini, bisa turut serta mendukung program MBG dan memberi manfaat bagi generasi ke depan.
"Harapannya dengan begitu, gizi akan terpenuhi, dan menciptakan generasi yang sehat," paparnya.
Selain distribusi yang difokuskan bagi siswa sekolah, ia tidak menutup kemungkinan bahwa akan ada perluasan distribusi. Termasuk, didistribusikan kepada para ibu hamil. "Unisa rencananya akan memberi untuk ibu hamil, namun tetap akan menunggu persetujuan BGN," terangnya. (iza/pra)
Editor : Heru Pratomo