Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Libur Lebaran Lebih Cepat, Mahasiswa Hadapi Tantangan: Kuliah Online Harus Dipastikan Efektif

Fahmi Fahriza • Sabtu, 29 Maret 2025 | 15:05 WIB

 

HEADSHOT: Dosen Prodi Kebijakan Pendidikan & Koordinator Kajian Ilmu Pendidikan FIPP UNY Ariefa Efianingrum.
HEADSHOT: Dosen Prodi Kebijakan Pendidikan & Koordinator Kajian Ilmu Pendidikan FIPP UNY Ariefa Efianingrum.

JOGJA - Dalam menyambut Lebaran, sektor pendidikan turut melakukan penyesuaian, termasuk memperpanjang libur bagi para siswa.

Libur yang sebelumnya dijadwalkan mulai 24 Maret, dimajukan menjadi 21 Maret hingga 8 April. Siswa diharapkan untuk belajar mandiri di rumah selama periode ini.

Sementara itu, banyak perguruan tinggi yang menerapkan sistem kuliah online agar mahasiswa tetap bisa melanjutkan perkuliahan meski berada di kampung halaman masing-masing.

Menanggapi hal tersebut, Dosen Prodi Kebijakan Pendidikan dan Koordinator Kajian Ilmu Pendidikan FIPP Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Ariefa Efianingrum menjelaskan, setiap institusi pendidikan, baik sekolah maupun perguruan tinggi, memiliki kebijakan berbeda terkait pelaksanaan pembelajaran menjelang libur Lebaran.

Ariefa menilai pembelajaran online menjadi suatu keniscayaan di era transformasi digital.

Sistem ini dimungkinkan pembelajaran dilakukan secara fleksibel melalui berbagai platform digital seperti Zoom, Google Meet, Microsoft Teams, dan LMS.

"Kita punya pengalaman belajar online sejak pandemi. Jika pembelajaran dilakukan online, harus dipastikan interaksi pembelajarannya efektif, mengingat pendidikan itu relasi dialogis antara pendidik dan peserta didik," katanya kepada Radar Jogja, Minggu (23/3/2025).

Ariefa juga menyoroti tantangan yang dihadapi dalam skema kuliah online menjelang Lebaran.

Menurutnya, masyarakat pada umumnya sibuk dengan persiapan mudik dan bertemu keluarga, yang dapat mengganggu fokus siswa dan mahasiswa dalam mengikuti pembelajaran.

 Baca Juga: Rumah Petani di Gedangsari Gunungkidul Hangus Terbakar, Warga Gotong Royong Padamkan Api

"Belum lagi jika ada faktor eksternal lain, seperti kendala signal internet, sehingga pembelajaran dapat terganggu," paparnya.

Sementara, dalam konteks belajar mandiri di rumah bagi siswa, Ariefa menekankan orang tua merupakan support system terdekat bagi anak.

Pembelajaran dari rumah merefleksikan pentingnya peran keluarga sebagai institusi pertama dan utama dalam memberikan dukungan terbaik kepada anak. 

 Baca Juga: Rekayasa Lalin di Kawasan Parangtritis Hanya Dilakukan saat Insidental, Rambu Petunjuk Arah di Jalur Alternatif Turut Disiapkan

Ia berpandangan, pihak sekolah perlu senantiasa membangun kemitraan atau partnership dengan orang tua siswa.

Guru dan dosen pun perlu membangun komitmen bersama melalui kontrak belajar yang disepakati kedua belah pihak dan mengacu pada kebijakan sekolah ataupun kampus. 

Seorang mahasiswa Teknik Fisika Universitas Gadjah Mada (UGM) Rasyid Akbar menyampaikan, UGM juga menerapkan sistim kuliah online.

Hal tersebut cukup menguntungkannya, sehingga bisa mudik lebih cepat.

"Akan kuliah online kurang lebih seminggu, mulai 24 sampai 29 Maret. Lumayan, bisa sambil kuliah di rumah," tutur mahasiswa rantau asal Cirebon ini.

Rasyid menyampaikan, ia kini sengaja untuk pulang lebih cepat, karena setelah Lebaran ia juga akan banyak kegiatan di kampus.

Disebutnya, dia akan kembali ke Jogja kira-kira pada 7 April mendatang.

"Pulang tanggal 24 Maret, biar di rumah agak lama. Karena nanti setelah lebaran langsung banyak agenda organisasi dan beberapa proyek kampus," tambahnya. (iza/wia)

 

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#sambut lebaran #Mahasiswa #Kuliah Online #efektif #tantangan #libur lebaran