SLEMAN - Kemampuan dan kesigapan evakuasi dan penanganan pada korban bencana, sangat dibutuhkan oleh para tenaga kesehatan. Hal tersebut jadi salah satu hal yang disoroti oleh prodi Keperawatan Universitas Aisyiyah (Unisa) Jogjakarta.
Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Unisa Jogjakarta Dr. Rokhana Dewi mengungkapkan, dalam upaya memastikan kesiapan mental dan teknis calon perawat, prodi Keperawatan Unisa menggelar simulasi penanganan bencana gempa bumi. "Ini untuk meningkatkan kompetensi teknis dan mental mereka saat situasi darurat bencana, kami libatkan 232 mahasiswa tingkat akhir," katanya, Minggu (2/2).
Baca Juga: Kontestasi Sudah Usai, Kapolres Ajak Warga Kebumen Bersatu Pascapilkada
Disebutkan, simulasi ini merupakan bagian dari mata kuliah Keperawatan Bencana, dan dalam praktiknya dilaksanakan bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Pusat Studi Perempuan, Keluarga, dan Bencana (PSPKB) Unisa, Dinas Sosial DIJ, Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIJ.
Dewi berharap para mahasiswa bisa mendapat bekal dari simulasi tersebut, dan nantinya bisa mengimplementasikan materi yang didapat secara ideal dan tepat guna."Semoga pelatihan ini membekali mahasiswa jadi tenaga kesehatan yang tangguh, kompeten, dan responsif," ujar Dewi.
Sementara itu, Kaprodi Keperawatan Unisa Jogjakarta Dr. Sarwinanti menambahkan, bahwa simulasi ini tidak hanya melatih keterampilan teknis, tetapi juga membangun karakter siswa agar mampu bekerja dalam tim, sekaligus mengambil keputusan cepat di bawah tekanan.
Baca Juga: Kenalkan Emas Batangan Berlogo BSI, Gencarkan Gadai Emas dan Cicil Emas untuk Solusi Finansial
Dalam simulasi, dibuat skenario gempa bumi besar yang menyebabkan kerusakan infrastruktur dan banyak korban jiwa. "Simulasi ini dipandu tim dosen yang ahli di bidang gawat darurat dan bencana," sambungnya.
Ia mengungkapkan, simulasi ini dirancang dengan tingkat realisme yang tinggi, bahkan juga menggunakan properti dan peralatan medis yang menyerupai kondisi nyata di lapangan.
Hal tersebut bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa, sehingga mereka dapat merasakan tekanan dan tantangan yang muncul dalam situasi bencana.”Ini bentuk komitmen Unisa untuk mendukung program pemerintah dalam pengurangan risiko bencana,” jelasnya. (iza/pra)