JOGJA - Pemberdayaan dan pemenuhan pendidikan bagi anak-anak di daerah tertinggal, jadi salah satu kepedulian besar yang dimiliki oleh Ilmi Irmatussoleha. Mahasiswi prodi pendidikan guru sekolah dasar Universitas Negeri Yogyakarta (PGSD UNY) angkatan 2022 ini memiliki ketertarikan besar terhadap dunia pendidikan.
Disebutkan, untuk kegiatan selain kuliah dan organisasi, Ilmi juga menjadi Tentor mengajar SD dan TK di salah satu bimbingan belajar, yang berlokasi di Godean, Sleman.
"Di luar itu, aku ikut organisasi kampus di UKM penelitian UNY, dan Family of Mahasiswa KIP Kuliah Universitas Negeri Yogyakarta (FOMUNY)," katanya, Kamis (23/1/2025).
Secara personal, Ilmi juga tertarik dengan konteks isu sosial pada anak-anak. Terutama interaksi antara anak berkebutuhan khusus (ABK). Walaupun bidang akademiknya bukan di ranah psikologi atau yang mempelajari tentang ABK, namun PGSD secara umum masih ada kaitannya dengan anak.
Baca Juga: Moratorium Masih Berlaku, Tidak Ada Madrasah Baru di Bantul Sampai Sekarang
Dia berujar, bahwa secara umum ia miris melihat pendidikan di Indonesia, dan ingin turut memberikan sumbangsihnya terhadap kemajuan pendidikan di Indonesia.
"Saya mau jadi akademisi, dan harapannya bisa menebarkan ilmu pada orang-orang sekitar saya. Saya juga ingin membantu anak-anak yang ada di daerah tertinggal," tutur perempuan asal Oku Timur, Sumatera Selatan ini.
Dalam konteks akademik, ia sendiri cukup aktif dan berprestasi. Beberapa capaiannya antara lain adalah, penerima pendanaan program kreativitas mahasiswa Riset Humaniora (RSH), juara II Internasional Bussines Plan Islamic Economic Competition (ISEC), juara III Labma scientific Fair (LSF), dan Juara I National Business Idea Competition Z-Creative.
"Ke depannya saya mau ikut volunteer dengan basic pengembangan mengarah ke anak-anak" dan desa," ujarnya.
"Saya juga menargetkan ikut berbagai ajang perlombaan untuk upgrade skill," tandasnya. (iza)
Editor : Sevtia Eka Novarita