SLEMAN - Universitas Gadjah Mada (UGM) berupaya untuk mengoptimalisasi penggunaan Artificial Intelligence (AI) secara tepat guna. Salah satu caranya, dengan menggandeng stakeholder dari perusahaan teknologi, hingga pemerintah.
"AI jadi kesempatan emas untuk menyiapkan SDM dengan growth mindset, bukan sesuatu yang kami anggap sebagai musuh," sebut Kepala Biro Transformasi Digital UGM Mardhani Riasetiawan saat Seminar Nasional membahas AI di Ruang Multimedia Kantor Pusat UGM Rabu (8/1/2025).
Tugas kampus, lanjutnya, hanya untuk memberikan literasi. “Agar AI bisa diterima dan digunakan secara positif serta tepat guna," sambungnya.
Dalam konteks akademik, UGM tengah menyiapkan asisten virtual berbasis AI. Masih dalam tahap finalisasi, program tersebut nantinya diproyeksikan untuk mendukung pembelajaran bagi civitas akademika.
Baca Juga: Ada 2.372 Janda Baru di Tahun 2024, Ini Penjelasan Pengadilan Agama Kebumen
"Asisten virtual itu mampu menerjemahkan pengetahuan. Jadi dapat memudahkan para mahasiswa untuk berdiskusi," lontarnya.
Disebutnya, dalam penyusunan model atau skema pembelajaran di UGM, AI juga sudah digunakan. Meskipun dengan porsi yang belum terlalu banyak dan signifikan.
"Kami ada platform UGM online. Media belajar online dan beberapa course didukung AI, dari pembuatan materi sampai proses diskusi," ujarnya.
Baca Juga: Pasar Baledono, Peraih Pasar Berstandar SNI Pertama di Purworejo, Ini Fasilitas Yang Dimiliki
Salah satu yang sedang dioptimalisasi, yakni learning paltform dan talent pool. “Kami punya 50-60 ribu mahasiswa, itu talent pool yang potensial," lontarnya.
Selain itu, sudah banyak dosen UGM yang mendalami bidang teknologi. Termasuk AI dalam beragam proyek kerja atau penelitiannya.
Bahkan, rencana jangka panjang soal implementasi AI telah digagas. Termasuk, melakukan kolaborasi dengan berbagai universitas lain, baik di Indonesia maupun luar negeri.
"Kami banyak berkaca pada universitas di luar negeri, seperti NTU, NUS. Kami coba kejar dan selaraskan soal perkembangan teknologi termasuk AI," bebernya.
Editor : Sevtia Eka Novarita