Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mengenal Riana Nurhayati, Dosen UNY yang Peduli dan Ciptakan Model Kebijakan Sekolah Ramah Anak

Fahmi Fahriza • Sabtu, 28 Desember 2024 | 15:45 WIB

 

Riana Nurhayati
Riana Nurhayati

RADAR JOGJA - Tumbuh kembang anak secara optimal, jadi kepedulian penuh dari Dr Riana Nurhayati. Dosen dan peneliti Departemen Kebijakan Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) ini, mengembangkan penelitian bernama model Evaluasi Kebijakan Sekolah Ramah Anak (EKSARAM).

 "Model ini hadir sebagai solusi baru untuk menilai keberhasilan penerapan Sekolah Ramah Anak (SRA) di tingkat sekolah dasar," katanya, Jumat (27/12/2024).

 Baca Juga: Jadi Pusat Keramaian, Kantong Parkir Alun-Alun Pancasila Kebumen Bakal Ditutup

Riana menerangkan, bahwa EKSARAM dirancang berdasarkan lima komponen utama. Meliputi kebijakan, lingkungan fisik, kesejahteraan psikososial, partisipasi anak, dan hasil belajar.

Pendekatan tersebut tidak hanya bertujuan untuk mengevaluasi, tetapi juga memberikan rekomendasi strategis guna menciptakan sekolah yang benar-benar mendukung tumbuh kembang optimal siswa

"Model ini dibuat dalam upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih ramah dan inklusif bagi anak-anak," serunya.

 Baca Juga: Polemik Buntut dari Terbitnya Permenpora, KONI DIJ Dorong Adanya Dialog 

Ia merinci, ada beberapa aspek krusial yang dimiliki EKSARAM, dan hal tersebut menjadi sebuah perbedaan dari konsep atau model program lainnya.

Antara lain mencakup evaluasi multidimensi, di mana model ini mencakup berbagai aspek penting dari lingkungan fisik hingga partisipasi siswa dalam satu kerangka yang terintegrasi.

 Baca Juga: PSS Sleman Tutup 2024 dengan Pesta Gol, Bantai  Madura United 4-0 di Stadion Manahan Solo

Selain itu, juga adanya basis data dan analisis yang dihasilkan menggunakan bukti nyata, untuk membantu sekolah dan pemangku kepentingan memperbaiki kebijakan. Lalu, kata Riana, fleksibilitas indikator dalam model ini juga memungkinkan penerapannya di berbagai konteks sekolah dasar.

 

"EKSARAM menawarkan rekomendasi strategis yang bisa diterapkan langsung untuk membuat lingkungan sekolah lebih aman, inklusif, dan berdaya," lontarnya.

 

"Dalam konsepnya ini juga fokus pada anak, kami menempatkan kesejahteraan dan suara anak sebagai prioritas utama dalam evaluasi," imbuhnya.

Riana berharap, sekolah-sekolah di seluruh Indonesia dapat memanfaatkan evaluasi berbasis data ini. Khususnya untuk menciptakan perubahan yang nyata dan berkelanjutan. Inovasi ini membuktikan bahwa pendidikan ramah anak bukan hanya sebuah konsep. Tetapi juga sebuah kebutuhan mendesak bagi generasi masa depan.

 Baca Juga: Jadi Pusat Keramaian, Kantong Parkir Alun-Alun Pancasila Kebumen Bakal Ditutup

"Model ini tidak cuma fokus pada keberhasilan kebijakan, tapi juga dampaknya pada kenyamanan dan keamanan siswa," bebernya.

"Dengan data yang terstruktur, kami harap dapat memberi panduan praktis bagi sekolah untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan mereka," tandasnya. (iza)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#tumbuh kembang anak #Departemen Kebijakan Pendidikan #peneliti #universitas negeri yang ada di bandung #EKSARAM #Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi #dosen #sekolah ramah anak #Evaluasi Kebijakan Sekolah Ramah Anak #UNY #Riana Nurhayati