JOGJA - Industri kreatif jadi hal yang ditekuni oleh Nadia Amalia. Mahasiswi jurusan Sosiologi Agama UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta ini banyak aktif di bidang kreatif dan seni. Salah satunya adalah voice over (VO).
Selain berkuliah, ia aktif di komunitas VO. Yakni Voice People Jogjakarta yang merupakan bagian dari Voice Institute Indonesia dan Badass Voice Over. Di samping itu, ia juga aktif di laboratorium Sosiologi Agama UIN sebagai editor. Serta pengajar bahasa Arab dan tim konten di lembaga kursus bahasa Arab Ta'lim Lughoh Jogjakarta.
"Aku suka bermain dengan suara, atau VO. Aku mengerjakan beberapa project freelance VO, dan punya kanal audio book di aplikasi Noice," katanya pada Radar Jogja, Senin (23/12/2024).
Baca Juga: Polresta Jogja Ungkap 135 Kasus Narkoba, Obaya Paling Banyak Disita di Tahun 2024
Menurutnya, perjalanan di dunia VO, bagian yang sulit adalah menggunakan voice acting pada dubbing. Sebab bagian itu sangat membutuhkan kecakapan ekspresi yang harus disampaikan hanya melalui suara.
"Ini bagian yang sulit, karena VO actor harus bisa menyampaikan emosi pada audiens hanya dari naskah dan suara saja," urainya.
"Aku ingin makin berkembang belajar berbagai cabang di dunia VO, seperti dubbing karakter, kebutuhan suara hardsell dan softsell untuk variasi-variasi iklan, dan sejenisnya," sambungnya.
Baca Juga: Pemeriksaan Senpi Personel, Waka Polres Bantul Ingatkan untuk Merawatnya seperti Menjaga Pasangan
Lebih lanjut, Nadia juga banyak menorehkan prestasi, baik di konteks akademik maupun nonakademik. Antara lain, juara 2 VO Challenge Radio Dista FM 2023, juara 1 Podcast Kebudayaan Sharia Economic UIN Sunan Kalijaga 2022, juara 1 Podcaster katagori umum Unesa 2022, hingga juara 3 VO Challenge Duta Inspirasi Podcast 2024.
"Aku juga meraih gelar Mahasiswa Kalijaga Prestasi 2022 dan 2023, serta Awardee Beasiswa Baznas BCB 4 2022-2024," ucapnya.
Baca Juga: Sesuai Putusan MA, Muh Thoyib Jadi Jagabaya Kalurahan Sidorejo, Lendah, Kulon Progo Lagi
Secara pribadi ia belajar, bahwa cita-cita yang diinginkan beragam, dan silih berganti seiring berjalannya waktu. Nadia sempat ingin menjadi guru, penyiar radio, pengisi suara di televisi, dan yang paling terakhir ingin menjadi pengusaha.
Menjadi guru, kata Nadia, akhirnya menjadi kewajiban dan bukan cita cita, karena sebagai alumni pesantren, guru menjadi bagian dari pengabdian. Sedangkan pengisi suara, hari ini menjadi selingan hobi. Harapannya juga bisa menjadi semakin berkembang menjadi profesional VO talent.
"Menjadi pengusaha salah satu motivasi ku. Saat ini aku aktif sebagai host live streaming untuk sebuah produk yang dipasarkan melalui media digital," paparnya. (iza)
Editor : Sevtia Eka Novarita