SLEMAN - Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menerima Anugerah Hamengku Buwono IX dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta. Penghargaan diberikan atas dedikasinya dalam bidang pendidikan, sosial, politik, dan kemanusiaan.
Alumni program S2 dan S3 Studi Sosiologi UGM ini mengucapkan terima kasih kepada Rektor UGM Prof Ova Emilia, Keraton Jogja, dan khususnya kepada Muhammadiyah karena telah memberikan kesempatan.
"Saya merasa terhormat menerima Anugerah Hamengku Buwono IX dari UGM tercinta," kata Haedar Nashir dalam pidatonya pada puncak Lustrum ke-15 dan Dies Natalis ke-75 UGM, Kamis (19/12).
Dia lantas mengungkap perjalanan akademiknya di Kampus Biru. Enam tahun masa studi di UGM telah memberikan bekal nilai-nilai penting yang dipegang teguh hingga kini.
"UGM bukan sekadar institusi pendidikan, tetapi juga pusat pemikiran yang memberikan alat dan metodologi untuk menginternalisasi berbagai nilai kehidupan," ujar pria berusia 66 tahun ini.
Menurutnya, terdapat lima nilai utama yang dia pelajari selama kuliah di UGM. Pertama, kebenaran berbasis Pancasila, kemudian tradisi keilmuan yang kritis, persatuan dalam keragaman, kecintaan pada rakyat melalui KKN, dan orientasi global pada isu internasional.
"Kami mengajak semua pihak untuk bersinergi membangun bangsa dengan semangat global yang berpijak pada budaya dan kemanusiaan," ucap Haedar.
Sementara itu, Rektor UGM Ova Emilia menyebut, UGM merayakan usia ke-75 dengan komitmen menjaga persatuan, kebinekaan, dan memimpin transformasi pendidikan tinggi.
Dia kemudian mengenang peran besar Sultan Hamengku Buwono IX dalam mendukung pendirian UGM sebagai simbol perjuangan bangsa.
"Terima kasih kepada seluruh sivitas dan mitra atas kontribusinya," kata mantan dekan Fakultas Kedokteran UGM ini.
Anugerah HB IX diberikan kepada warga negara Indonesia yang telah memberikan kontribusi nyata kepada bangsa Indonesia maupun kepada dunia internasional. Masyarakat bisa berpartisipasi dalam pengusulan nama bakal calon yang layak menerima.
Nama-nama itu nantinya diseleksi oleh Dewan Guru Besar UGM untuk dikerucutkan menjadi satu nama. Beberapa nama yang sebelumnya telah mendapatkan HB IX Award yakni Herman Johannes, Mochtar Kusuma Atmadja, Selo Sumardjan, Teuku Jacob, Saparinah Sadli, Ajip Rosidi, Ahmad Syafi'i Maarif, Goenawan Mohamad, Jusuf Kalla, Retno Marsudi dan Basuki Hadimuljono. (gun/laz)
Editor : Heru Pratomo