Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jaring 200 Peserta, Program Wirausaha Merdeka UGM 2024 Hadirkan 39 Inovasi Usaha Kreatif

Fahmi Fahriza • Sabtu, 14 Desember 2024 | 05:44 WIB

USAHA KREATIF: Para mahasiswa UGM menampilkan ragam produk inovasi dalam Program Wirausaha Merdeka (WMK) UGM 2024, Jumat (13/12/2024).
USAHA KREATIF: Para mahasiswa UGM menampilkan ragam produk inovasi dalam Program Wirausaha Merdeka (WMK) UGM 2024, Jumat (13/12/2024).
 

JOGJA - Lebih dari 200 peserta yang merupakan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) antusias mengikuti rangkaian Program Wirausaha Merdeka (WMK) UGM 2024. Program ini pun menghadirkan 39 inovasi usaha kreatif.

Ketua Pelaksana Program WMK UGM 2024 Dr Hempri Suyatna mengatakan, WMK UGM dihelat dalam rangka menumbuhkan kepekaan mahasiswa terhadap isu sosial. Harapannya dapat menciptakan solusi berkelanjutan dengan memanfaatkan kemajuan teknologi.

Beberapa inovasi dari berbagai bidang usaha yang dihadirkan, antara lain, agribisnis, agroteknologi, budi daya, digital, ekonomi sirkular, busana, industri kreatif, jasa, kuliner, kreatif, dan teknologi. "Program ini mengusung tema Techno Sociopreneurship dalam Mendukung Pembangunan yang Berkelanjutan," ungkap Hempri Jumat (13/12/2024).

Ia memproyeksikan puluhan inovasi yang muncul melalui WMK diharapkan agar tidak berhenti begitu kegiatan selesai. Tetapi dapat terus berlanjut dalam skala yang lebih besar. "Kewirausahaan bukan semata-mata sekadar mencari keuntungan, tapi sebuah aktivitas yang harus memberikan manfaat bagi masyarakat luas," tuturnya.

Ia menerangkan, 39 produk inovasi tersebut merupakan hasil dari 39 tim yang sebelumnya telah menyelesaikan tiga fase pembelajaran. Yaitu pre-immersion, immersion, dan post-immersion, untuk menghasilkan luaran produk wirausaha yang tervalidasi pasar.

Dalam prosesnya, puluhan tim itu mendapat pembelajaran dan pendampingan yang dilakukan dengan dosen pendamping lapangan (DPL), dan mitra dalam berbagai bidang usaha. Sehingga peserta mendapat dukungan dalam pembuatan produk, prototype, hingga feasibility study selama masa pre-immersion dan immersion.

"Post-immersion sebagai tahapan akhir WMK memberi kesempatan mahasiswa untuk Expo & Demo Day melalui capacity building. Harapannya, prototipe yang diciptakan dapat terus diinkubasi oleh perguruan-perguruan tinggi agar terus berkelanjutan," harapnya.

Sementara itu, salah satu produk kecantikan yang dihadirkan tim yang diketuai mahasiswa prodi Akuntansi FEB UGM Nafizza Laurent bernama Biolea. Ia menerangkan, produknya ini berhasil memenangkan dua kategori, poster terbaik sekaligus pitching terbaik.

"Biolea ini produk sabun yang memakai 100 persen bahan alami dan ekstrak yang unik, seperti daun kelor, arang, dan kulit pisang," jelasnya.

Diakui, produknya hadir dari ide yang dikembangkan secara kolektif oleh tim, yang kemudian dipertemukan dengan DPL dan mitra. Sampai akhirnya menjadi sebuah produk yang dijual ke pasaran.

 

Secara pribadi, Nafizza menilai program WMK ini sarana melatih tim building. Ia menyebut dalam mengatur tim diperlukan empati dan diskusi, sehingga muncul kompetensi antara anggota tim dan dapat meminimalisasi konflik.

"Selain itu, WMK juga menjadi wadah yang melatih komunikasi dan jejaring dengan mitra dan pasar. Membuat usaha tidak hanya dari produknya saja, tapi banyak aspek lain yang diperlukan seperti relasi dan komunikasi dengan mitra dan pasar," tandasnya. (iza/laz)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Universitas Gadjah Mada (UGM) #Mahasiswa #FEB UGM #wmk #UGM #2024 #usaha kreatif #agroteknologi #prodi akuntansi #Capacity Building #inovasi #isu sosial #wirausaha merdeka #Peserta #program #agribisnis #prototype