Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mengenal Enggista Hendriko Delano, Berhasil Jadi Wisudawan Doktoral Termuda UNY di Usia 25 Tahun

Fahmi Fahriza • Selasa, 10 Desember 2024 | 04:30 WIB

 

 

Enggista Hendriko Delano
Enggista Hendriko Delano

JOGJA - Pencapaian membanggakan diraih oleh Enggista Hendriko Delano. Pria kelahiran 5 April 1999 ini berhasil mencetak sejarah sebagai wisudawan termuda program doktoral Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada usia 25 tahun.

Prestasi ini dicapai lewat penelitian inovatif disertasinya. Berjudul Perbandingan Efek Kombinasi Modalitas Terapi dan Stretching dengan Masase Tepuksorak terhadap Nyeri, Range of Motion, dan Fungsi Gerak Pinggang pada Berbagai Fase Low Back Pain Nonspesifik.

Dalam penelitiannya, Enggis mengungkapkan bahwa Low Back Pain (LBP) atau lebih dikenal dengan nyeri punggung bawah. Merupakan salah satu cedera musculoskeletal yang sering dialami oleh pekerja dengan aktivitas fisik berat, yang dapat mengakibatkan masalah kesehatan serius.

"Penelitian ini fokus pada efektivitas dua metode terapi menangani LBP nonspesifik atau nyeri punggung bawah, yang penyebab pastinya tidak diketahui secara jelas," katanya, Senin (9/12/2024).

Dalam eksperimennya Enggis melibatkan 60 pasien dengan keluhan LBP fase sub akut dan kronis. Dibagi ke beberapa kelompok perlakuan.

Kemudian dia membandingkan pendekatan kombinasi alat elektroterapi. Seperti Shortwave Diathermy dan Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation dengan teknik manual masase tradisional yang dimodifikasi jadi metode tepuksorak.

"Metode ini mengintegrasikan empat elemen terapi, yakni tekan, pukul, gosok, dan gerak atau stretching," ungkapnya.

"Sehingga mampu memberikan fleksibilitas penanganan sesuai dengan fase cedera pasien," sambungnya.

Lebih lanjut, selain menyelesaikan disertasinya, Enggis juga berhasil mempublikasikan tiga artikel ilmiah terindeks Scopus berdasarkan hasil penelitiannya. Antara lain adalah, A Comparison Between the Effectiveness of Tepurak Therapy Versus Deep Tissue Massage Stretching on Low Back Function in Nonspecific Low Back Pain (2024), Effectiveness of Combined Deep Tissue Massage and Stretching on Pain, Range of Motion, and Waist Function of Non-Specific Low Back Pain (2023), dan Comparison of the Effectiveness of Tepurak Therapy with Deep Tissue Massage and Stretching in Treating Non-Specific Low Back Pain Injuries (2023).

 

Secara pribadi, dia berharap bahwa penelitiannya dapat memberikan manfaat yang luas, tidak hanya untuk masyarakat umum, tetapi juga bagi dunia pendidikan dan kesehatan.

"Harapan saya penelitian ini bisa diaplikasikan di Health and Sports Center (HSC) UNY dan juga dikaji oleh mahasiswa," tuturnya.

"Saya juga berencana menyusun buku panduan terapi pinggang, itu bisa jadi referensi praktis di kalangan medis dan masyarakat, serta dapat bermanfaat bagi banyak pihak," tandasnya. (iza/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#universitas negeri yogyakarta #program doktoral #inovatif #lbp #Nyeri Punggung Bawah #disertasi #wisudawan #UNY #Low Back Pain (LBP) #penelitian #Musculoskeletal #cedera