Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Prof Gregoria Arum Yudarwati Dikukuhkan sebagai Guru Besar FISIP UAJY

Gunawan RaJa • Jumat, 6 Desember 2024 | 15:55 WIB

 

SIMBOLIS: Prof Gregoria Arum Yudarwati saat orasi pengukuhannya sebagai Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UAJY di Kampus II UAJY Kamis (5/12/2024).
SIMBOLIS: Prof Gregoria Arum Yudarwati saat orasi pengukuhannya sebagai Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UAJY di Kampus II UAJY Kamis (5/12/2024).

JOGJA - Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) mengukuhkan Prof Gregoria Arum Yudarwati sebagai Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UAJY di bidang Komunikasi, khususnya dalam kajian Public Relations (PR). Dalam pidato pengukuhannya, Arum mengangkat tema "Public Relations: Mendengarkan dan Memberdayakan Komunitas Global South". Menggali pentingnya perspektif lokal dalam dunia PR yang sering didominasi teori-teori barat.

Arum mengkritik dominasi teori PR yang berasal dari negara-negara Global North. Dinilai sering mengabaikan konteks sosial dan budaya di negara-negara berkembang seperti Indonesia.

"PR seharusnya bisa diterapkan dalam berbagai lapisan masyarakat, bahkan di pedesaan,” kata Arum di Kampus II UAJY Kamis (5/12/2024).

Menurutnya, PR bukan hanya soal organisasi besar atau bisnis. Tapi bisa lebih dekat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari. Seperti petani. "PR itu sebuah proses, bukan sekadar fungsi organisasi yang berfokus pada kepentingan perusahaan saja," ucapnya.

Arum juga menekankan pentingnya mengembangkan perspektif lokal PR yang lebih relevan dengan kondisi Indonesia. Dia pun mengajak akademisi dan praktisi PR untuk tidak hanya mengadopsi teori-teori dari barat. Tetapi ikut mengembangkan teori yang sesuai dengan karakteristik masyarakat Indonesia.

"Banyak teori PR yang hanya relevan di negara-negara barat, sementara di Indonesia kita memiliki kondisi sosial, politik, dan budaya yang berbeda," ucapnya.

Dikatakan, dalam banyak kajian PR di perguruan tinggi Indonesia, sejarah PR seringkali hanya berkutat pada praktik di Amerika atau Eropa. Sementara teori dan praktik PR di negara-negara berkembang, seperti Indonesia, masih jarang diangkat.

Sementara itu Rektor UAJY Dr G Sri Nurhartanto, memberikan apresiasi tinggi terhadap Arum. Pihaknya mengaku sangat bangga atas pengukuhan beliau sebagai guru besar.

"Pemikiran dan penelitiannya diharapkan bisa memberikan kontribusi positif dalam mengembangkan teori PR yang lebih inklusif dan lokal,” katanya.

Dengan pengukuhannya sebagai guru besar, Gregoria diharapkan dapat terus memperkaya dunia akademik, khususnya dalam bidang komunikasi. Yakni dengan perspektif lebih mendalam dan relevan dengan kondisi masyarakat Indonesia. (*/gun/eno)

 

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#lokal #berkembang #pr #bidan #Politik #Mengukuhkan #organisasi #Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik #sosial #Budaya #Relevan #guru besar #Public Relations #fungsi #barat #komunikasi #Negara #FISIP #Universitas Atma Jaya Yogyakarta #Perspektif #kajian #dunia #Indonesia #Gregoria Arum Yudarwati #UAJY #teori