SLEMAN - Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) memperkenalkan RoboSemp (robot semprot) yang mampu menyemprot tanaman cabai hingga 3,6 kali lebih cepat. Robot ini pun diklaim mampu menghemat biaya tenaga kerja hingga 62 persen. Selain efisiensi waktu, RoboSemp juga mengurangi biaya tenaga kerja hingga 45-62 persen.
Inovasi tersebut merupakan hasil riset penelitian UNY melalui hibah Program Diseminasi Teknologi Indonesia (PDTI) 2024. Setelah beberapa kali melakukan uji coba lapangan diperoleh hasil empat unit robot, terdesiminasikan kepada Gapoktan Mugi Mulyo, Magelang.
Anggota program PTDI UNY Eko Prasetyo Nugroho mengatakan, inovasi ini berhasil dibuat oleh dosen Samsul Hadi dan anggota tim lainnya. Yakni Rizqi Ilyasa Aghni, Moh Alif Hidayat Sofyan, serta Palupi Sri Wijayanti. "Teknisnya kami juga melibatkan mahasiswa," kata Eko Senin (18/11/2024).
Ketua program PDTI Muslikhin menjelaskan, penyemprotan bisa lebih cepat dibandingkan dengan semprot semprot elektrik manual (punggung) karena sprayer double. Lokasinya ada di sisi kiri dan kanan. Sehingga akan efisien untuk tanaman holtikultura pada medan bergulud. "Intinya, perhatian kami demi mempermudah kerja petani” ujarnya.
Sebagai keberlanjutan dalam pengembangan teknologi ini, perlu dilakukan perluasan pendampingan dan pelatihan pada gapoktan lain. Seperti di kawasan utara dan selatan Magelang. "Kolaborasi yang kuat dan berkesinambungan antara gapoktan dan lembaga pendidikan tinggi akan meningkatkan hasil lebih baik dalam pengembangan fussion tech secara luas," ungkapnya. (gun/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita