JOGJA - Artificial intelligence (AI) saat ini jadi sebuah komponen yang kian masif digunakan dalam pendidikan. Tak terkecuali di sektor perguruan tinggi.
Ketua program studi (Kaprodi) Teknik Elektro Universitas Respati Yogyakarta (Unriyo) Evrita Lusiana Utari berujar, pengenalan dan perluasan wawasan seputar AI jadi hal yang dibutuhkan mahasiswa, termasuk dalam menyiapkan SDM yang adaptif di dunia teknik dan industri.
"Kami ingin mahasiswa memperluas wawasan mereka soal potensi AI di dunia teknik dan industri ke depan," katanya, Senin (11/11/2024).
Dalam praktiknya, Unriyo menggandeng ahli di bidang kecerdasan buatan. Beasal dari Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika, Universitas Gadjah Mada (UGM) Oskar Natan sebagai pembicara.
Disebutnya, dalam agenda tersebut, setidaknya turut hadir 60 peserta. Terdiri dari mahasiswa, dosen, dan praktisi teknik elektro, yang memiliki antusiasme tinggi pada sektor perkembangan teknologi kecerdasan buatan dan aplikasi otonom.
Evrita menyampaikan, secara konsisten pihaknya ingin terus memfasilitasi para mahasiswa dengan berbagai perkembangan teknologi baru. Guna menunjang kompetensi tiap mahasiswa.
"Kami komitmen terus menghadirkan kegiatan serupa guna mendukung perkembangan ilmu dan keterampilan mahasiswa di bidang teknik elektro," ungkapnya.
Sementara itu, Oskar mengungkapkan, ragam inovasi dalam penerapan kecerdasan buatan atau AI, untuk kendaraan otonom dan robotik bergerak semakin berkembang pesat. "Ini menjadi bagian penting dalam industri transportasi dan teknologi masa depan," paparnya.
Dia juga menjabarkan, peran AI bermanfaat dalam meningkatkan kemampuan persepsi lingkungan. Serta navigasi, pengambilan keputusan kendaraan otonom, dan aplikasi serupa dalam robotik.
Diakuinya, pemanfaatan sensor dan algoritma pemrosesan data berbasis AI, bisa diungkapkan sebagai kunci dalam menghadirkan sistem. Yang mampu beroperasi secara independen, adaptif, dan aman di berbagai kondisi lingkungan. "Melalui teknologi ini, kendaraan otonom dan robotik bergerak semakin efisien, dan mengurangi risiko kecelakaan," lontarnya. (iza/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita