Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Komitmen Ciptakan Kampus Sehat, UMY Galakkan Aturan agar Mahasiswanya Berhenti Merokok

Fahmi Fahriza • Jumat, 8 November 2024 | 03:31 WIB

Tim Kementerian Kesehatan RI saat mengunjungi UMY dan membahas soal implementasi keberlanjutan dari kampus hijau dan kampus bebas rokok.
Tim Kementerian Kesehatan RI saat mengunjungi UMY dan membahas soal implementasi keberlanjutan dari kampus hijau dan kampus bebas rokok.
 

BANTUL - Kampus hijau jadi salah satu program yang berusaha dijalankan secara berkelanjutan oleh banyak pihak, termasuk Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Tidak saja berfokus pada konsep green campus, UMY secara berkala juga membuat regulasi agar kampus bebas rokok.

Wakil Rektor UMY bidang Sumber Daya Manusia Nano Prawoto menyampaikan, UMY telah memiliki aturan dan regulasi yang jelas terkait pelarangan rokok. Namun harus diakui, masih perlu mempertegas penerapannya. "Bagi saya ini program yang penting, saya pikir akan sulit membuat seseorang berhenti merokok, namun setidaknya dapat dikurangi," katanya, Kamis (7/11/2024).

Disebutkan, target realistis yang diinginkan UMY untuk saat ini adalah menanamkan pemahaman tentang dampak dari konsumsi rokok. Salah satunya dengan penyediaan konseling dan bimbingan agar bisa berhenti merokok.

"Kami ingin ada pengembangan program, termasuk mengadopsi program Upaya Berhenti Merokok (UBM) dari Kementerian Kesehatan," ungkap Nano yang juga penanggung jawab program Kampus Sehat Senyaman Taman di UMY ini.

Diakuinya, regulasi soal Kawasan Tanpa Rokok juga menjadi perhatian utama dari Kementerian Kesehatan. Hal tersebut juga sesuai dengan Undang-Undang No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

Dia berujar, perguruan tinggi sebagai tempat proses belajar mengajar yang merupakan bagian dari tujuh tatanan Kawasan Tanpa Rokok. Dijadikan salah satu prioritas oleh Kementerian Kesehatan untuk mencegah adanya perokok pemula.

"UMY punya misi memutus kegiatan merokok di kalangan mahasiswa, kami ambil bagian dalam strategi pengoptimalan pencegahan dan pengendalian rokok," sebutnya.

Perlu diketahui, Kawasan Tanpa Rokok sejatinya sudah diterapkan di UMY sejak 2014 silam. Diinisiasi dengan dibentuknya Muhammadiyah Tobacco and Control Center di UMY.

Komitmen UMY tersebut juga didukung penuh oleh Ketua Tim Kerja Pengendalian Penyakit Akibat Tembakau, Kementerian Kesehatan RI dr Benget Saragih yang baru saja mengunjungi UMY. Dalam agenda penguatan implementasi Kampus Sehat, utamanya Kawasan Tanpa Rokok.

Banget menyebut, untuk menurunkan prevalensi perokok di kalangan generasi muda adalah tujuan dari agenda tersebut. Sebab berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia 2023, menunjukkan tingginya prevalensi perokok usia 15-19 tahun.

 

"Ini selaras dengan meningkatnya faktor risiko penyakit tidak menular, rokok punya proporsi di angka 28,9 persen untuk usia 15 tahun ke atas, diikuti peningkatan proporsi merokok dalam ruangan jadi 81,5 persen," urainya.

Dia menakar, hal tersebut salah satunya karena target pasar dari industri rokok adalah kalangan muda. "Ini dapat ditindaklanjuti dengan penguatan UBM di perguruan tinggi. Semoga UMY bisa menjadi pionir, mengingat belum ada perguruan tinggi yang menerapkan program UBM," harapnya. (iza/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#kawasan tanpa rokok (KTR) #green camp #Kementerian Kesehatan #Kampus bebas rokok #kampus hijau #UMY