SLEMAN - Upaya menciptakan lingkungan kampus yang aman dan bebas dari kekerasan seksual terus dilakukan oleh berbagai universitas. Termasuk Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY).
Teranyar, Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) UAJY baru menggelar sosialisasi urgensi satgas PPKS di lingkup perguruan tinggi bagi para staf atau pejabat struktural UAJY.
Rektor UAJY Dr G Sri Nurhartanto mengungkapkan, penciptaan ruang kampus yang aman dan bebas dari kekerasan seksual jadi urgensi yang terus diupayakan UAJY secara konsisten.
Dalam praktiknya, edukasi dan sosialisasi tidak saja dilakukan kepada mahasiswa semata, namun juga bagi staf. Atau dengan kata lain, seluruh civitas akademika UAJY.
"Terimakasih pada Satgas PPKS yang telah menginisiasi, ini sangat bermanfaat untuk membuka cakrawala para pejabat struktural kampus," ungkapnya, Senin (28/10/2024).
Nurhartanto menekankan, penting bagi seluruh civitas akademika untuk memiliki sikap dan perilaku saling asah, asih dan asuh kepada sesama. Hal tersebut, diyakininya jadi salah satu mitigasi dalam mencegah atau meminimalisasi tindak kekerasan seksual.
Baca Juga: Tim Dance SMA Budi Utama Enneatroops Ingin Motivasi Anak Muda agar Bisa Raih Impiannya
"Institusi pendidikan sudah seharusnya tidak main hakim sendiri dengan langsung memberi sanksi, namun perlu adanya mediasi," pesannya.
"Jadi, yang masih bisa dibina kita bina, yang masih bisa diluruskan kita luruskan," sambungnya.
Inspektur Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Irjen Kemendikbudristek) Dr Chatarina Muliana Girsang sebagai salah satu narasumber menyebutkan, seringkali pelecehan dan kekerasan seksual yang terjadi karena adanya relasi kuasa di dalamnya.
"Maka dari itu, penting menguatkan kembali peran, tugas, dan tanggung jawab para pejabat struktural untuk menjauhkan kampus dari pelecehan dan kekerasan seksual," tegasnya.
Dia menegaskan, setiap bentuk kekerasan adalah pelanggaran asas dan prinsip. Jadi sudah seharusnya semua pihak berani berada bersama korban untuk speak up dan melakukan advokasi.
Secara pribadi, Chatarina merasa senang bisa berbagi materi soal penanganan dan pencegahan kekerasan seksual di UAJY. Dia berharap, satgas UAJY bisa terus konsisten dan mengadvokasi para korban, serta bisa mendapat dukungan penuh dari pimpinan dan jajaran civitas akademika UAJY.
"Semoga UAJY bisa menjadi kampus yang bebas dari pelecehan dan kekerasan," harapnya.
Penuturan lain datang dari mantan Ketua Satgas PPKS Universitas Gadjah Mada (UGM) Sri Wiyanti Eddyono turut mengungkapkan, isu kekerasan seksual perlu jadi kesadaran bersama. "Ini butuh dorongan semua pihak untuk menciptakan kampus yang aman dan nyaman untuk memanusiakan manusia," lontarnya.
Menurutnya, kampus itu tempat pendidikan, tempat kerja, dan wilayah publik. “Artinya harus terpadu dan saling berkoordinasi satu sama lain," ucap Wiyanti. (iza/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita