Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Surat Pembekuan BEM FISIP UNAIR Resmi Dicabut Dekan Usai membuat Karangan Bunga Satir

Meitika Candra Lantiva • Senin, 28 Oktober 2024 | 19:11 WIB
Karangan Bunga BEM FISIP sebagai bentuk kritikan terhadap pemerintah.
Karangan Bunga BEM FISIP sebagai bentuk kritikan terhadap pemerintah.

RADAR JOGJA - Dekanat Universitas Airlangga Surabaya telah secara resmi membatalkan pembekuan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) karena telah memberikan ucapan selamat kepada Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berbentuk karangan bunga dengan bahasa satir.


Karangan bunga tersebut bertuliskan “Selamat atas dilantiknya Jenderal bengis pelanggar HAM dan Profesor IPK 2,3 sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia yang lahir dari rahim haram konstitusi”.


Menurut Tuffahati selaku Presiden BEM FISIP itu adalah salah satu bentuk kritik serta ekspresi kecewaan terhadap pemerintah.

Karangan tersebut diketahui ditempatkan di Taman Barat FISIP pada tanggal 22 Oktober 2024.


Setelah itu pada 24 Oktober 2024, BEM Fisip mendapatkan surat pemanggilan dari Komisi Etik Fisip Unair untuk menjelaskan maksud dan tujuan dari karangan bunga tersebut.

Kemudian 25 Oktober pagi, Tuffa memenuhi panggilan tersebut, ia menjelaskan bahwa itu hanyalah bentuk rasa kekecewaan terhadap pemerintah.

Ia juga menjelaskan bahwa karangan bunga tersebut merupakan inisiasi Kementerian Politik dan Kajian Strategis BEM FISIP tanpa ada keterlibatan pihak luar.


Setelah seleaai memenuhi panggilan tersebut, dihari yang sama yakni pada tanggal 25 Oktober 2024 pada sore hari Presiden BEM FISIP mendapatkan e-mail dari pihak kampus mengenai informasi pembekuan BEM yang ditanda tangani oleh Prof Bagong Suyonto selaku Dekanat FISIP Unair.

Menurut pihak kampus, penggunaan narasi pada karangan bunga tersebut tidak sesuai dengan etika dan kultur akademik insan kampus.


Sontak hal ini menjadi viral di sosial media terutama Twitter dan TikTok, serta mendapatkan berbagai komentar hingga menimbulkan pro dan kontra.


“Died in 1998, born in 2024, welcomeback orba” ucap salah satu netizen Twitter.


“Baru juga dilantik udah ngerampas hak suara aja” timpal lainnya.


“Fakultas ilmu Sosial politik gak boleh satir soal isu sosial politik. Langsung main bredel udah kayak orba season 2 aja. Oh wait… we might already be in it” komentar lainnya.


Namun, pada Senin 28 Oktober 2024 pukul 09.00 WIB, Presiden FISIP yakni Tuffa bersama jajaran kabinetnya telah menemui Dekan yakni Prof Bagong Suyonto dan surat pembekuan BEM FISIP telah resmi dicabut. (Isti Nurul Hidayah)



Editor : Meitika Candra Lantiva
#Dekanat Universitas Airlangga Surabaya #karangan bunga #Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka #BEM #Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik #presiden prabowo subianto #Prof Bagong Suyonto #unair #badan eksekutif mahasiswa #Universitas Airlangga Surabaya #Presiden BEM FISIP #satir