RADAR JOGJA - Elia Laila Rizqiyah baru saja menyelesaikan program magister di UGM. Menariknya, saat meraih gelar S2, Elia baru berusia 22 tahun 6 bulan 19 hari. Praktis, dia jadi lulusan termuda di antara wisudawan lainnya yang rata-rata berusia 29 tahun.
"Selain menyandang sebagai lulusan termuda, saya juga berhasil meraih IPK 4.00," katanya Minggu (27/10/2024).
Elia menempuh Prodi Magister Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian ini selama 1 tahun 11 bulan. Tentunya melalui program fast track.
Sebelumnya, dia juga telah menyelesaikan program sarjana di Prodi Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian UGM pada 2023.
"Pilih Prodi Ilmu Tanah karena ini memberi saya kesempatan menjelajah dan berpetualang di lapangan," tutur perempuan asal Klaten, Jawa Tengah ini.
Sebelumnya, saat menempuh pendidikan S1, pihak Fakultas membuka kesempatan bagi mahasiswa di tingkat akhir untuk mendaftar dan menempuh program fast track guna melanjutkan pendidikan S2 meski belum lulus sarjana.
"Saya menempuh S2 di usia yang lebih muda dibanding teman-teman," paparnya.
Menyoal metode belajar yang dilakukan, Elia mengaku sebenarnya tidak jauh berbeda dengan mahasiswa umumnya. Saat masih S1, dia giat mengikuti kegiatan kemahasiswaan. Seperti perlombaan dan organisasi, salah satunya Keluarga Mahasiswa Ilmu Tanah (KMIT).
Sedangkan saat S2, dia lebih banyak kegiatan konferensi dan aktif membantu dosen dalam berbagai project untuk menambah pengalaman. "Selain itu, saya aktif jadi asisten pengelolaan air untuk pertanian, dan asisten kimia tanah di laboratorium tanah Fakultas Pertanian," bebernya.
Setelah ini, Elia berencana untuk terjun ke dunia pekerjaan untuk menerapkan ilmu teoritis yang telah dia dapatkan di dunia perkuliahan. Di samping itu, dia juga telah berancang-ancang untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat doktor dalam beberapa tahun ke depan.
"Mimpi itu hak semua orang tanpa terkecuali, kalau kita bisa memimpikan sesuatu, artinya kita juga mampu meraihnya," tandasnya. (iza/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita