Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bawa Ide Pemberdayaan Pemuda Lewat Pendidikan Digital, Tim Amikom Raih Gold Medal Science Competition Kalahkan 549 Tim dari 16 Negara

Fahmi Fahriza • Selasa, 22 Oktober 2024 | 04:30 WIB

 

 

TOREHKAN PRESTASI: Tim Universitas Amikom berhasil meraih medali emas dan Best Project dalam World Youth Science Competition (WYSC)
TOREHKAN PRESTASI: Tim Universitas Amikom berhasil meraih medali emas dan Best Project dalam World Youth Science Competition (WYSC)

SLEMAN - Torehan prestisius diraih oleh tim dari Universitas Amikom Jogjakarta. Tim yang beranggotakan Rachmat Fachrurrozi, Grishandy Rifqi Ardiyanto, Lingga Eka Praditya, Muhamad Gusbayu Aji Setiawan, dan Afrian Dicky Prasetya ini baru saja meraih medali emas dan penghargaan Best Project.

"Itu diraih dalam agenda World Youth Science Competition (WYSC) dan World Youth Invention and Innovation Award (WYIIA) 2024," beber Rachmat Senin (21/10/2024).

Disebutkan, tim Amikom meraih penghargaan tersebut melalui proyek inovatif berjudul Empowering Rural Youth through Digital Education: Transforming Villages into Global Innovation Hubs with Sinari Desa.

"Ide ini untuk memberdayakan pemuda desa lewat pendidikan digital interaktif, dengan visi mengubah desa-desa jadi pusat inovasi global," ungkapnya.

Para juri, lanjutnya, menganggap konsep ini inovatif dan sangat relevan dengan kebutuhan global.

Selain meraih medali emas dan Best Project, tim ini juga berhasil mengalahkan ratusan tim lainnya dari belasan negara. Yakni pada ajang Indonesian Young Scientists Association (IYSA). “Diikuti 549 tim dari 16 negara, kita bersaing memamerkan inovasi sains dan teknologi," sebut Rachmat.

Adapun, beberapa negara yang terlibat meliputi Bangladesh, Korea Selatan, Vietnam, Iran, Turki, Malaysia, Thailand, Philipina, Mexico, Argentina, dan Hongkong.

Lebih lanjut, Rachmat memaparkan, proyek tim Amikom sendiri diimplementasikan di Desa Dasri, Banyuwangi. Proyek tersebut memberikan akses kepada pemuda desa untuk memanfaatkan teknologi digital. Mengajari mereka keterampilan dasar hingga lanjutan dalam pengembangan aplikasi.

"Serta membantu mereka untuk memanfaatkan internet guna membangun bisnis lokal," paparnya.

Diakuinya, salah satu inovasi utama dalam proyek ini adalah penerapan Internet of Things (IoT) melalui teknologi Internet Offline. Dirancang khusus untuk mengatasi tantangan akses internet di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).

Dengan adanya perangkat IoT ini, pemuda desa dapat mengakses materi pendidikan secara offline, tanpa memerlukan koneksi internet. Sehingga diharapakan bisa memperluas jangkauan pendidikan digital ke wilayah terpencil yang sulit dijangkau.

"Proyek ini juga menunjukkan kolaborasi antara komunitas lokal, universitas, dan pemerintah dapat mempercepat transformasi digital di perdesaan," tuturnya. (iza/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#medali emas #World Youth Invention and Innovation Award #World Youth Science Competition #Universitas Amikom Jogjakarta #Sabet Penghargaan