RADAR JOGJA - Dengan segala keterbatasannya, Wahyu Nurhidayat mampu merampungkan masa belajarnya di Politeknik Sawunggalih Aji (Polsa) Kutoarjo, Purworejo. Bersama 96 wisudawan lain, melaksanakan prosesi wisuda ke XIX program sarjana terapan dan diploma III pada Kamis (17/10) di Gedung Ganeca Convention Hall Purworejo.
Pria 22 itu merupakan mahasiswa disabilitas (tuna daksa) di Polsa Kutoarjo jurusan D3 Teknik Informatika yang berhasil menyelesaikan studinya selama tiga tahun. "Alhamdulillah bisa lulus senang," ucapnya.
Meski bukan menjadi yang terbaik, di tengah keterbatasannya dia berhasil menyelesaikan studinya dengan tepat waktu. Menurutnya, keterbatasan tak menghalanginya untuk terus maju. "Setelah ini nyambi desain jadi freelancer buat mengisi kesibukan, sambil cari kerja," kata pemuda asal Desa Kesawen, Pituruh, Purworejo itu.
Dia mengaku sangat senang kuliah di Polsa Kutoarjo. Sebab, mahasiswa dan dosennya sangat solid, serta banyak membantunya selama kuliah. "Harapannya, setelah ini bisa membalas kebaikan orang tua yang sudah menyekolahkan saya, mengantar saya tiap hari ke kampus," harap dia
Direktur Politeknik Sawunggalih Supriono menyampaikan, mahasiswa yang diwisuda sebanyak 97 mahasiswa dari empat program studi (prodi). "Yaitu prodi D3 Teknik Informatika, D3 Akuntansi, D3 Administrasi Bisnis, dan D4 Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak," sebutnya.
Dia berpesan kepada para wisudawan, untuk terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan untuk mengimbangi pesatnya kemajuan yang ada di dunia usaha dan industri. "Harus mampu menyikapi perkembangan teknologi informasi dan digital ke depan di tengah persaingan global yang semakin kompleks," pesannya.
Menurutnya, prosesi wisuda merupakan langkah awal bagi para wisudawan untuk memasuki dunia kerja maupun dunia usaha yang penuh persaingan. "Ketika wisudawan berada di dunia kerja atau dunia usaha, itulah sebenarnya tantangan yang harus dihadapi," sambungnya.
Terlebih, revolusi industri 4.0 mengharuskan setiap individu untuk menyesuaikan diri untuk menjadi SDM yang kompeten, kreatif, dan mampu beradaptasi di era digital. "Hal ini terutama dalam menghadapi era masyarakat baru society 5.0," ucap dia.
Untuk itu, dia berpesan agar para wisudawan terus meningkatkan kompetensi terutama untuk memenuhi kompetensi abad 21 dan revolusi industri 4.0. "Harus adaptif, fleksibel, kreatif, inovatif, menguasai IT, serta menguasai bahasa internasional demi mencapai kesuksesan di era baru ini," pesan Supriono.
Seiring perkembangan lingkungan lokal hingga global ke depan, Politeknik Sawunggalih Aji juga akan bertekad untuk terus meningkatkan kapasitas serta kapabilitas layanan akademik dan nonakademik. Dia sangat menyadari revolusi industri 4.0 dan society 5.0 akan mempengaruhi proses pendidikan. "Semua nanti akan bertumpu pada penggunaan teknologi informasi dan digital," sambung dia. (pra)
Editor : Heru Pratomo